Iran Insight
Iran selayang pandang. tentang negara, penduduk dan keindahan alamnya
Tawassul sama orang mati ndak boleh.. tawasul sama trump papa p**o boleh... manhaj saraf.
21/09/2026
Iran tak akan pernah menyerah hingga Palestina mendapat kemerdekaan penuh dan zionis hancur sehancur hancurnya.
-- ikuti Iran Insight untuk perlawanan pada kaum zionis.
21/09/2026
"๐๐๐ฅ๐๐ฎ ๐ง๐ ๐ ๐๐ค ๐๐จ๐ง๐ ๐จ ๐๐ฎ๐ค๐๐ง ๐๐ฒ๐ข๐๐ก"
"๐๐๐ฅ๐๐ฎ ๐ง๐ ๐ ๐๐ค ๐๐จ๐ง๐ ๐จ ๐๐ฎ๐ค๐๐ง ๐๐ฒ๐ข๐๐ก" begitu biasanya komentar dari kumat terbaik yang juga biasa mengaku paling lurus dan pintar... he he he.
Sungguh rasa percaya diri tanpa tanding: netizen mulia dari negara peringkat bontot skor PISA dengan rata-rata IQ dua digit merasa punya kapasitas super intelektual untuk mengajari peradaban dan madzhab yang ribuan tahun melahirkan filsuf, matematikawan, dan tradisi literasi raksasa soal arti kata "dongo".
--- ikuti iran insight agar tak tertular sikap jahil murakab.
kalau ada merah putih, itu monako ya....
--- emang monako masuk muslim world?
--- ah terserah aja deh...
ndak usah dicaption juga ah... udah jelas.
20/09/2026
Baru dua negara muslim yang bersatu sudah membuat papa p**o dan zionis kelimpungan.. apalagi kalau tambah banyak...
-- ikuti iran insight untuk suara persatuan Islam.
19/09/2026
Iran katanya anak kandung yahudi... saya cari cari di sini kok semuanya orang arab yang bestie sama kaum epstein...
Pernikahan massal sambil bawa senjata.. untuk apa ? Untuk membuat amerika dan zionis bertekuk lutut... Marg Bar Amrika...
--ikuti Iran insight untuk membuat amerika dan zionis bertekuk lutut.
18/09/2026
APA BENAR ANSARULLAH YAMAN MEMBERI IZIN KAPAL AS DAN ISRAEL LEWAT?
PERTAMA, kita cek dulu kronologinya.
Sejak Oktober 2023, Israel membombardir Gaza, dengan pasokan senjata dan amunisi dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, dengan jalur pengiriman yang antara lain melintasi Laut Merah.
Yaman, sebagai pendukung Palestina, tidak tinggal diam. Mereka memblokade jalur Laut Merah untuk menghambat kapal-kapal yang membawa barang atau kepentingan Israel. Tujuannya jelas: menghambat pasokan yang memungkinkan mesin perang Israel terus beroperasi dan melakukan genosida di Gaza.
Israel pun membalas. Dengan dukungan AS, Israel membombardir Yaman. Namun, Yaman tidak goyah, meski sejumlah komandan militernya gugur; bahkan perdana menterinya terbunuh, demikian p**a warga sipil. Mereka tetap gigih membantu Palestina dengan cara melanjutkan blokade terhadap kapal-kapal Israel dan kapal yang membawa kepentingan Israel tetap dilanjutkan. Dan, bahkan dengan menembakkan rudal ke Israel.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, Israel kemudian mencari jalur alternatif. Dengan bantuan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania, dibukalah jalur darat untuk memasukkan berbagai pasokan ke Israel. Dengan cara inilah mesin perang Israel dipertahankan agar tetap bergerak. TAPI, KEMANA PARA PENDUKUNG SAUDI? KOK TIDAK PROTES ATAS BANTUAN SAUDI KE ISRAEL?
LALU, AS datang langsung menyerbu Yaman. Pada 15 Maretโ5 Mei 2025, AS melancarkan Operation Rough Rider, melakukan lebih dari 1.100 serangan terhadap Yaman selama 52 hari, sekitar 1000 warga sipil tewas dan terluka. Tapi, lagi-lagi, Yaman tetap teguh melawan. Akhirnya, AS yang kalah (karena biaya perang ini terlalu mahal buat AS, bayangkan 1 biji rudalnya aja 2 juta USD). Kapal perang AS kabur, lalu dengan dimediasi Oman pada 6 Mei disepakati: AS menghentikan pengeboman dan Yaman tidak lagi menyerang kapal AS.
Yaman menerima kesepakatan ini dengan syarat: kapal AS yang boleh melintas Laut Merah hanyalah kapal komersial, bukan kapal militer. Kapal Israel dan kapal yang mengangkut barang untuk kepentingan Israel TETAP DILARANG melewati Laut Merah.
Tetapi bukan AS namanya jika kemudian benar-benar tinggal diam. Dengan dukungan intelijen, informasi, dan pasokan senjata dari AS, Arab Saudi didorong untuk menyerang Yaman. Maka pecahlah perang SaudiโYaman jilid kedua (sejak Juli 2026, ketika Saudi mengebom bandara Sanaa, jadi, yang MEMULAI ADALAH SAUDI).
Pada awalnya, Saudi sempat berada di atas angin. Namun, pasukannya kemudian berhasil dipukul mundur. Yaman bahkan meraih kemenangan besar dengan mengambil kendali penuh atas Selat Bab al-Mandab.
Saudi lalu meminta AS membantu menyerang Yaman. Permintaan itu ditolak karena perjanjian gencatan senjata ASโYaman masih berlaku. Selain itu, Yaman telah memperingatkan bahwa jika AS membantu Saudi dan ikut menyerang Yaman, kapal-kapal komersial AS juga akan menjadi sasaran. Saudi kemudian meminta bantuan Israel, tetapi permintaan itu pun tidak digubris.
Dalam konteks inilah delegasi Yaman bertemu dengan pihak AS di Oman. Pertemuan itu bertujuan mempertegas kembali kesepakatan gencatan senjata. Intinya, Yaman menjamin kapal-kapal komersial AS boleh melintasi Laut Merah selama AS tidak membantu Saudi menyerang Yaman. Tapi, kapal-kapal Saudi dilarang melewati Laut Merah sampai Saudi berhenti memerangi Yaman.
KEDUA: BAGAIMANA DENGAN KAPAL ISRAEL?
Saya sudah menelusuri, berita awal muncul dari Reuters (media pro-Zionis, pendukung Israel), di situ bisa kita baca bahwa info soal kapal Israel diizinkan lewat adalah berdasarkan SUMBER ANONIM ["salah satu sumber, orang Yaman, mengatakan..."]
SIAPA DIA ITU?? Ya ga tau, kok tanya saya. Yang jelas, sumber anonim seperti ini tidak bisa dipercaya begitu saja oleh orang berakal. Berita Reuters ini dikutip media-media pro Zion, seperti Times of Israel, lalu menyebar ke berbagai media, termasuk di Indonesia.[1]
Posisi Yaman selama ini, sejak dimulainya genosida Israel ke Gaza Oktober 2023 adalah memberikan kebebasan navigasi bagi semua pihak, kecuali Israel dan pihak-pihak yang mendukung agresinya terhadap Gaza. Operasi Yaman ini akan berlanjut sampai agresi dihentikan dan blokade Gaza dicabut. [2]
--
[1] https://www.timesofisrael.com/houthis-met-us-officials-in-oman-promised-not-to-hit-american-israeli-ships-sources/
[2] https://en.hocc.gov.ye/Articles/PressReleases/204 >> ini pernyataan Yaman 19 Januari 2025, dimana kapal AS dan Inggris pun diblokade oleh Yaman; lalu AS menyerang Yaman Maret-Mei 2025, lalu AS menyerah dan negosiasi di Oman, baru setelah itu kapal AS boleh lewat lagi, tapi Israel tetap tidak boleh.
Disclaimer: bagian pertama saya adaptasi dari tulisan Ismail Amin.
Click here to claim your Sponsored Listing.