Bait Rasa puisi cinta
“Bait Rasa dalam Diam, Tentang Luka, Rindu, Air Mata, dan Hati Seorang Wanita yang Tetap Bertahan di Tengah Kesunyian”
25/08/2026
Baru aku menyesal
Di tangan yang tepat kamu
Tidak perlu mengemis di hargai
12 Agustu 2026
Untuk Kita di
Hari Ulang Tahun Pernikahan
Hari ini
kita kembali pada satu tanggal
yang dulu kita rayakan dengan bahagia.
Namun waktu telah membawa kita melewati banyak hal—
tawa, air mata, pertengkaran, kemarahan,
kecewa, dan luka yang diam-diam tinggal di hati.
Kita masih tinggal di bawah atap yang sama,
masih menjalani hari-hari yang sama,
tetapi entah sejak kapan
kehangatan di antara kita mulai berkurang.
Genggaman yang dulu erat
perlahan terasa longgar.
Kata-kata yang dulu menenangkan
kadang berubah menjadi luka.
Namun hari ini aku tidak ingin menghitung
siapa yang paling salah,
siapa yang paling terluka,
atau siapa yang paling banyak mengalah.
Aku hanya ingin berhenti sejenak
dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan.
Jika masih ada jalan untuk memperbaiki,
semoga Tuhan melembutkan hati kita.
Jika masih ada luka yang bisa disembuhkan,
semoga Tuhan memberi kita kekuatan untuk mengampuni.
Dan jika suatu hari jalan kita memang harus berbeda,
semoga kita mampu menerimanya
tanpa membawa kebencian,
tanpa saling menyakiti,
dan tanpa melupakan bahwa
kita pernah saling mencintai
dan pernah berjuang bersama.
Selamat ulang tahun pernikahan untuk kita.
Semoga Tuhan memberi damai
di hati yang sudah terlalu lama lelah. 🙏❤️
“Kini perlahan kulepas genggaman,
bukan karena tak pernah sayang.
Hanya hati sudah terlalu lelah,
biarlah Tuhan yang menentukan arah.”
Memilih ingin menjauh
Sejauh mungkin
Sakit sendiri yang kurasakan kini
Kamu pernah menjadi satu-satunya nama
yang kusebut diam-diam di dalam doa,
menjadi alasan aku tersenyum
meski dunia sedang tidak baik-baik saja.
Aku pernah menaruh seluruh rasa
hanya padamu,
tanpa ragu, tanpa takut terluka.
Kupikir cinta akan tinggal,
kupikir hati yang saling menjaga
tak akan mudah berubah arah.
Tapi kini,
yang tersisa hanya sunyi
dan pesan-pesan yang tak lagi dibalas.
Kamu yang dulu begitu hangat,
sekarang terasa seperti orang asing
yang bahkan tak mengenal lukaku lagi.
Aku bertanya pada malam,
apa salahku sampai kamu tega
mendiamkanku seperti ini?
Padahal aku selalu ada
saat dunia menjauh darimu.
Sakit rasanya mencintai seseorang
yang perlahan memilih diam
daripada menjelaskan.
Karena kadang,
bukan perpisahan yang paling menyakitkan,
melainkan berubahnya seseorang
tanpa sepatah kata.
Aku tidak sepertimu
Mengabaikan perhatian orang😘
19/05/2026
Puaskah kau menyakitiku seperti ini?
Teganya kau membiarkanku tenggelam
dalam sepi yang tak pernah kau pedulikan.
Dulu tanganmu begitu hangat menggenggamku,
namun kini hatimu terasa jauh
meski tubuhmu masih di dekatku.
Ke mana kasih itu pergi?
Mengapa cintamu berubah sedingin malam
yang membuatku menangis diam-diam.
Aku lelah menunggu perhatian
yang semakin hari semakin hilang,
lelah berpura-pura kuat
padahal hati ini terus hancur perlahan.
Sanggupkah kau melihatku menderita seperti ini?
Melihat aku berjuang sendiri
menahan luka yang kau tinggalkan setiap hari.
Aku hanya ingin dicintai dengan tulus,
ingin didengar saat lelah,
ingin dipeluk saat dunia terasa berat.
Namun yang kudapat hanyalah diam
dan rasa sakit yang terus tumbuh.
Jika memang sudah tak ada kasih di hatimu untukku,
katakanlah dengan jujur,
jangan biarkan aku bertahan
di hubungan yang hanya membuatku terluka sendiri.
Karena cinta seharusnya menguatkan,
bukan membuat seseorang menangis setiap malam
mempertanyakan harga dirinya sendiri.
Dan bila akhirnya harus berpisah,
biarlah itu menjadi akhir dari luka,
daripada aku terus tinggal
dalam cinta yang tak lagi memiliki rasa.
Bait Rasa puisi cinta
19/05/2026
Kini aku mengerti,
tidak semua janji tinggal sampai akhir,
tidak semua pelukan mampu bertahan
saat hidup mulai dipenuhi luka dan air mata.
Dulu aku percaya,
dia akan mencintaiku selamanya,
menemani di waktu senang maupun susah,
menggenggam tanganku ketika dunia terasa berat.
Namun ternyata,
duka ini hanya aku yang memikul sendiri.
Aku berjalan sendiri mencari nafkah,
menahan lelah tanpa tempat bersandar,
tidur sendiri dengan hati yang sunyi,
sementara malam terus bertanya
mengapa cinta bisa berubah sedingin ini.
Tidak ada lagi suara lembut yang bertanya,
“kamu capek atau tidak?”
Tidak ada lagi perhatian kecil
yang dulu membuat hati merasa dihargai.
Yang tersisa hanyalah diam,
dan aku yang perlahan belajar kuat
meski hati terus retak setiap hari.
Kadang aku menangis diam-diam,
bukan karena aku lemah,
tetapi karena terlalu lama berjuang sendiri
di hubungan yang seharusnya dijalani berdua.
Aku hanya ingin dimengerti,
ingin dipeluk saat lelah,
ingin ada seseorang yang berkata
“terima kasih sudah bertahan sejauh ini.”
Namun malam mengajarkanku satu hal,
bahwa perempuan yang sering terluka
tetap bisa berdiri,
tetap bisa tersenyum,
meski hatinya penuh penyesalan dan kecewa.
Dan jika suatu hari nanti
aku kembali menemukan bahagia,
aku berharap itu datang
dari seseorang yang tidak hanya hadir saat s**a,
tetapi juga tetap tinggal
ketika hidup sedang paling sulit
Lelah sendiri
Gak tau apa yang
aku tunggu
Click here to claim your Sponsored Listing.
Contact the business
Telephone
Website
Address
Alerts
Be the first to know and let us send you an email when Bait Rasa puisi cinta posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.