Program Mufid

Program Mufid

Share

Kelas Online dan Buku Seputar Bahasa Arab

15/09/2026

BELAJAR MUFRADAT DARI DOA NABI ﷺ

Belakangan ini, berbagai musibah kembali terjadi di negeri kita. Gempa, banjir, erupsi gunung, kecelakaan, dan berbagai kejadian lainnya mengingatkan kita bahwa manusia sangat lemah dan senantiasa membutuhkan perlindungan Allah.

Di antara doa yang sangat sesuai untuk kita panjatkan adalah doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya cobaan, tertimpa kesengsaraan, buruknya ketetapan, dan kegembiraan musuh atas musibah yang menimpaku.”

HR. al-Bukhari dan Muslim.

Ada beberapa mufradat yang menarik dalam doa ini:

جَهْدُ الْبَلَاءِ
Beratnya cobaan; ujian yang sangat berat dan sulit ditanggung.

دَرَكُ الشَّقَاءِ
Tertimpa atau terkejar oleh kesengsaraan.

Kata الشَّقَاء berarti kesengsaraan, lawan dari:

السَّعَادَة
kebahagiaan.

سُوءُ الْقَضَاءِ
Buruknya ketetapan; sesuatu yang ditetapkan dan terasa berat bagi seseorang.

شَمَاتَةُ الْأَعْدَاءِ
Kegembiraan musuh karena melihat musibah yang menimpa kita.

Kata شَمَاتَة bukan sekadar “gembira”, tetapi gembira karena melihat orang lain tertimpa keburukan.

Sedangkan:

الْأَعْدَاء = para musuh
Bentuk tunggalnya:

عَدُوٌّ = musuh

Dari satu doa pendek ini, kita tidak hanya belajar beberapa mufradat baru, tetapi juga belajar untuk memahami makna doa yang kita panjatkan kepada Allah.

Mari kita hafalkan dan amalkan doa ini, terutama di tengah banyaknya musibah yang terjadi. Semoga Allah melindungi kita, keluarga kita, dan kaum muslimin dari berbagai cobaan yang berat.

10/09/2026

Hari terakhir harga khusus alumni.

Bagi alumni Kitabut Tashrif Jilid 1 yang memang berniat melanjutkan pembelajaran ke Jilid 2, hari ini adalah hari terakhir mendapatkan harga:

Rp 99.000

Setelah masa promo berakhir, harga kembali menjadi:

Rp 125.000

Insya Allah kelas dimulai Ahad, 13 September 2026.

Info:
📲 wa.me/6285746067110

08/09/2026

Bukan Sekadar Dapat Materi

Dalam belajar bahasa Arab, memiliki materi saja biasanya tidak cukup.

Karena itu pembelajaran Kitabut Tashrif Jilid 2 tidak hanya berupa materi yang dikirim kemudian selesai.

Peserta insya Allah akan mendapatkan:

• sekitar 35 rekaman audio
• bagan/tabel tashrif
• kesempatan tanya jawab
• pemantauan tugas
• pembelajaran sekitar 2 bulan
• sertifikat digital bagi peserta yang memenuhi ketentuan/prestasi

Materi diberikan setiap Ahad sampai Rabu ba'da Maghrib, tetapi peserta tidak wajib berada online pada waktu tersebut.

Artinya, pembelajaran tetap dapat disesuaikan dengan kesibukan masing-masing.

Besok adalah hari terakhir harga khusus alumni Rp 99.000

📲 Daftar: wa.me/6285746067110

07/09/2026

Sudah menyelesaikan Kitabut Tashrif Jilid 1?

Alhamdulillah, itu merupakan satu langkah yang sangat baik dalam mempelajari ilmu sharaf.

Namun belajar tashrif tidak cukup hanya dengan mengetahui beberapa pola.

Pola-pola tersebut perlu terus dipelajari dan dilatih agar semakin familiar ketika kita berhadapan dengan kata-kata dalam bahasa Arab.

Karena itu, insya Allah Program Mufid kembali membuka:

KELAS ONLINE PREMIUM
KITABUT TASHRIF JILID 2
ANGKATAN KE-32

📅 Mulai: Ahad, 13 September 2026

⏳ Durasi: sekitar 2 bulan

🎧 Materi diberikan Ahad–Rabu ba'da Maghrib

📱 Peserta tidak harus online pada saat materi diberikan.

Fasilitas pembelajaran antara lain rekaman audio, bagan/tabel tashrif, tanya jawab, pemantauan tugas, dan sertifikat digital bagi peserta yang berprestasi.

Khusus alumni Jilid 1: Rp99.000 sampai 10 September 2026.

Harga normal: Rp125.000.

Jangan berhenti setelah Jilid 1.

Mari lanjutkan perjalanan belajar sharaf.

📲 Info: wa.me/6285746067110

01/09/2026

APA MAKNA “سَمَاحَةُ الشَّيْخِ”?

Bagi yang sering membaca kitab atau mendengar ceramah ulama berbahasa Arab, mungkin pernah menjumpai ungkapan:

سَمَاحَةُ الشَّيْخِ ابْنِ بَازٍ
سَمَاحَةُ الشَّيْخِ ابْنِ عُثَيْمِينٍ

Lalu, apa sebenarnya makna سَمَاحَة?

1. Kembali kepada akar kata س م ح

Kata سَمَاحَة berasal dari akar kata:

سَمَحَ – يَسْمَحُ – سَمَاحَةً

Di antara maknanya adalah:

السُّهُولَةُ، وَاللِّينُ، وَالْجُودُ، وَالْكَرَمُ

yaitu kemudahan, kelembutan, kemurahan, dan kedermawanan.

Makna ini dapat kita lihat dengan jelas dalam sabda Nabi ﷺ:

رَحِمَ اللهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ، وَإِذَا اشْتَرَى، وَإِذَا اقْتَضَى

“Semoga Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual, ketika membeli, dan ketika menagih haknya.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari no. 2076.

Kata سَمْحًا dalam hadits tersebut bermakna orang yang mudah, tidak mempersulit, dan bersikap lapang dalam bermuamalah. Para ulama menjelaskan bahwa samāḥah dalam konteks ini mencakup sikap lembut dan tidak berlebihan dalam menuntut hak.

Jadi, secara bahasa:

السَّمَاحَةُ = السُّهُولَةُ وَاللِّينُ وَالْجُودُ وَالْكَرَمُ

---

2. Lalu mengapa “سَمَاحَةُ الشَّيْخِ” diterjemahkan “Yang Mulia Syaikh”?

Di sinilah kita perlu membedakan antara makna bahasa dan fungsi sebuah ungkapan sebagai gelar.

Dalam penggunaan kontemporer, سَمَاحَةُ الشَّيْخِ digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada seorang ulama.

Karena itu, ketika kita membaca:

سَمَاحَةُ الشَّيْخِ ابْنِ بَازٍ

tidak tepat jika diterjemahkan secara kaku:

❌ “Kemurahan hati Syaikh Ibnu Baz.”

Dalam konteks gelar, lebih tepat:

✅ “Yang Mulia Syaikh Ibnu Baz.”

Namun perlu dicatat:

“Yang Mulia” adalah terjemahan berdasarkan fungsi ungkapan, bukan terjemahan harfiah kata سَمَاحَة.

Secara harfiah, سَمَاحَة berkaitan dengan sifat murah hati, lapang, dan mudah dalam bermuamalah.

---

3. Lalu apa bedanya dengan فَضِيلَةُ الشَّيْخِ?

Kita juga sering menjumpai:

فَضِيلَةُ الشَّيْخِ

Faḍīlatusy-Syaikh.

Kata فَضِيلَة berasal dari:

فَضُلَ – يَفْضُلُ

yang berkaitan dengan الفضل, yaitu keutamaan, kelebihan, dan kemuliaan.

Secara bahasa:

فَضِيلَة = keutamaan atau kemuliaan.

Maka:

فَضِيلَةُ الشَّيْخِ

merupakan ungkapan penghormatan yang dapat diterjemahkan:

“Syaikh yang mulia”
atau dalam konteks tertentu:
“Yang Mulia Syaikh.”

Istilah فَضِيلَة lebih menonjolkan sisi keutamaan dan kemuliaan seseorang.

Sedangkan سَمَاحَة secara asal bahasa berkaitan dengan kelapangan, kemurahan, dan kemudahan dalam bermuamalah.

---

4. Bagaimana dengan مَعَالِي الشَّيْخِ?

Ada p**a ungkapan:

مَعَالِي الشَّيْخِ

Ma‘ālī asy-Syaikh.

Kata مَعَالِي adalah bentuk jamak dari مَعْلًى, yang berkaitan dengan sesuatu yang tinggi dan luhur.

المَعَالِي
berarti:

المَكَارِمُ وَالأُمُورُ الرَّفِيعَةُ

“kemuliaan dan perkara-perkara yang tinggi/luhur.”

Dalam penggunaan sebagai gelar kehormatan, مَعَالِي الشَّيْخِ merupakan bentuk penghormatan yang sangat tinggi.

Istilah ini banyak digunakan dalam lingkungan resmi, khususnya untuk tokoh yang memiliki kedudukan atau jabatan tertentu.

---

5. Ringkasnya

Jika kita sederhanakan:

سَمَاحَةُ الشَّيْخِ
→ menonjolkan makna samāḥah: kelapangan, kemurahan, dan kemudian menjadi gelar penghormatan.

فَضِيلَةُ الشَّيْخِ
→ berkaitan dengan faḍīlah: keutamaan dan kemuliaan.

مَعَالِي الشَّيْخِ
→ berkaitan dengan ma‘ālī: kedudukan atau kemuliaan yang tinggi.

Ketiganya merupakan ungkapan penghormatan, tetapi asal makna katanya berbeda.

Yang menarik, dalam penggunaan gelar seperti ini, kita tidak selalu bisa menerjemahkan setiap kata secara harfiah. Kita harus memperhatikan السِّيَاقُ (konteks) dan الاستعمال اللغوي (penggunaan bahasa).

Karena itu, menerjemahkan sebuah lafadz berbahasa Arab tidak cukup hanya dengan mengetahui maknanya secara bahasa, tapi kita juga harus tahu bagaimana orang Arab menggunakan ungkapan tersebut.

Di situlah kita mulai memahami bahasa Arab sebagaimana digunakan oleh penuturnya, bukan sekadar bahasa Arab sebagaimana tercantum di kamus.

والله أعلم.

17/08/2026
12/08/2026

Review Kitab Al-Qira'ah Ar-Rashidah (القراءة الراشدة):

1. Identitas Kitab
* Judul Lengkap: Al-Qira'ah Ar-Rashidah li Ta'lim Al-Lughah Al-Arabiyah fi Al-Madaris Al-Islamiyah (القراءة الراشدة لتعليم اللغة العربية في المدارس الإسلامية).
* Penulis: Syaikh Abul Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi (seorang ulama besar dan sastrawan dari India).
* Jumlah Jilid: Terdiri dari 3 jilid (juz).

2. Tujuan dan Fokus Utama
Kitab ini disusun sebagai buku pelajaran Muthala'ah (membaca dan pemahaman) untuk siswa tingkat dasar hingga menengah yang sedang mempelajari bahasa Arab. Fokus utamanya bukan pada kaidah tata bahasa (Nahwu/Sharaf) secara teoritis, melainkan pada:
* Penguasaan Kosakata (Mufradat): Memperkaya perbendaharaan kata melalui konteks cerita.
* Keterampilan Membaca: Melatih kelancaran membaca teks Arab gundul (tanpa harakat) secara bertahap.
* Citarasa Bahasa (Dzauq): Mengenalkan keindahan susunan kalimat bahasa Arab (uslub) yang fasih.

3. Isi dan Konten
Berbeda dengan buku bacaan modern yang mungkin membahas topik umum, Al-Qira'ah Ar-Rashidah sarat dengan nilai-nilai Islam:
* Jilid 1: Berisi cerita-cerita pendek keseharian, fabel (cerita hewan) yang mendidik, dan kisah-kisah moral sederhana yang mudah dipahami anak-anak.
* Jilid 2 & 3: Mulai masuk ke kisah-kisah para Nabi, sejarah Islam, biografi sahabat, dan pahlawan Islam dengan bahasa yang lebih kompleks dan sastrawi.

4. Keistimewaan (Gaya Bahasa)
Syaikh Abul Hasan Ali An-Nadwi dikenal sebagai ulama dengan kemampuan sastra yang tinggi. Bahasa yang digunakan dalam kitab ini adalah Bahasa Arab Fusha yang murni, namun disajikan dengan gaya yang:
* Mengalir dan Ringan: Mudah dicerna oleh pelajar pemula.
* Sastrawi: Kalimatnya tersusun indah, sehingga sering dijadikan bahan hafalan untuk melatih kemampuan menulis (Insya') dan berbicara (Muhadatsah).

5. Penggunaan di Indonesia
Kitab ini sangat populer di kalangan pesantren dan madrasah di Indonesia, seringkali diajarkan setelah santri menguasai dasar-dasar bahasa Arab atau berbarengan dengan pelajaran Nahwu dasar (seperti Jurumiyah) sebagai praktik penerapannya.

***

04/08/2026

𝐁𝐚𝐡𝐚𝐬𝐚 𝐀𝐫𝐚𝐛 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐊𝐮𝐧𝐜𝐢 𝐌𝐞𝐦𝐚𝐡𝐚𝐦𝐢 𝐀𝐥-𝐐𝐮𝐫'𝐚𝐧⁣⁣
⁣⁣
Ahlan wa sahlan, Sahabat Mufid! 🌿⁣⁣
⁣⁣
Pernahkah Anda membaca terjemahan Al-Qur'an, lalu merasa ada makna yang begitu dalam, tetapi seolah masih ada yang belum tersampaikan?⁣⁣
⁣⁣
Hal itu wajar. Sebab, terjemahan hanyalah jembatan untuk memahami makna. Keindahan susunan kata, keluasan makna, dan kedalaman bahasa Al-Qur'an hanya dapat dirasakan secara utuh melalui bahasa Arab.⁣⁣
⁣⁣
Allah Ta'ala berfirman:⁣⁣
⁣⁣
﴿إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ﴾⁣⁣
⁣⁣
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya sebagai Al-Qur'an berbahasa Arab agar kalian memahaminya."⁣⁣
⁣⁣
(QS. Yusuf: 2)⁣⁣
⁣⁣
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memilih bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur'an. Tentu pilihan tersebut mengandung hikmah yang agung.⁣⁣
⁣⁣
Ketika kita belajar bahasa Arab, sesungguhnya kita sedang mempersiapkan diri untuk lebih dekat dengan firman Allah. Sedikit demi sedikit kita mulai memahami arti sebuah kata, mengenali susunan kalimat, hingga akhirnya mampu menangkap pesan Al-Qur'an dengan lebih baik.⁣⁣
⁣⁣
Mungkin saat ini Anda baru menghafal beberapa mufradat. Mungkin masih sering keliru membedakan isim dan fi'il, atau belum memahami i'rab. Jangan berkecil hati. Semua ulama besar pun memulai dari langkah-langkah kecil.⁣⁣
⁣⁣
Yang terpenting adalah terus belajar dengan ikhlas dan istiqamah.⁣⁣
⁣⁣
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dimudahkan memahami kitab-Nya dan mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari.⁣⁣
⁣⁣
Setelah ini, coba buka mushaf Al-Qur'an. Temukan satu kata bahasa Arab yang belum Anda pahami artinya, lalu tuliskan di kolom komentar. ⁣⁣
Mari kita belajar dan saling menyemangati.⁣⁣
⁣⁣
Barakallahu fiikum.⁣⁣
⁣⁣
#𝘗𝘳𝘰𝘨𝘳𝘢𝘮𝘔𝘶𝘧𝘪𝘥 #𝘉𝘦𝘭𝘢𝘫𝘢𝘳𝘉𝘢𝘩𝘢𝘴𝘢𝘈𝘳𝘢𝘣 #𝘉𝘢𝘩𝘢𝘴𝘢𝘈𝘳𝘢𝘣 #𝘈𝘭𝘘𝘶𝘳𝘢𝘯 #𝘉𝘢𝘩𝘢𝘴𝘢𝘈𝘭𝘘𝘶𝘳𝘢𝘯 #𝘕𝘢𝘩𝘸𝘶 #𝘚𝘩𝘢𝘳𝘢𝘧 #𝘔𝘰𝘵𝘪𝘷𝘢𝘴𝘪𝘉𝘦𝘭𝘢𝘫𝘢𝘳 #𝘐𝘭𝘮𝘶𝘚𝘺𝘢𝘳𝘪

28/07/2026

Ayyāmul Bīḍh
Bukan Sekadar Puasa Tiga Hari

Setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah, kaum muslimin dianjurkan untuk melaksanakan puasa Ayyāmul Bīḍh.

Mengapa disebut Ayyāmul Bīḍh?

Kata أَيَّامُ الْبِيضِ (Ayyāmul Bīḍh) berarti "hari-hari putih". Dinamakan demikian karena pada malam-malam tersebut cahaya bulan purnama begitu terang hingga malam tampak bercahaya.

Pada hari-hari itu, Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk berpuasa. Beliau bersabda:

«صِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ»

"Puasa tiga hari pada setiap bulan seperti berpuasa sepanjang tahun."
(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Keutamaan ini sangat besar. Sebab satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh, sehingga puasa tiga hari setiap bulan seakan-akan bernilai puasa sebulan penuh. Jika dilakukan setiap bulan, pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun.

Maka jangan lewatkan kesempatan yang datang hanya tiga hari setiap bulan ini. Semoga Allah ﷻ memudahkan kita untuk menghidupkan sunnah Nabi ﷺ dan menerima setiap amal ibadah kita.

27/07/2026

🌙 Reminder Puasa Ayyāmul Bīḍh

Di tengah padatnya aktivitas, jangan sampai kita melewatkan salah satu amalan sunnah yang besar pahalanya, yaitu Puasa Ayyāmul Bīḍh, yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.

Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk menjaga puasa ini. Beliau bersabda:

> "Puasa Ayyāmul Bīḍh seperti puasa setahun."
(HR. Ahmad no. 19429)

Mengapa demikian? Karena satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Berpuasa tiga hari setiap bulan sama dengan tiga puluh hari pahala, sehingga dalam setahun seakan-akan berpuasa sepanjang tahun.

Mari kita hidupkan sunnah Nabi ﷺ. Niatkan ibadah semata-mata mengharap ridha Allah ﷻ, dan jangan lupa mengajak keluarga, sahabat, serta orang-orang yang kita cintai untuk turut mengamalkannya.

Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan memberikan keistiqamahan dalam menjalankan sunnah Rasul-Nya. Āmīn.

Want your business to be the top-listed Business in Boyolali?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Telephone

Address

Boyolali