Vasko Ruseimy
WAKIL GUBERNUR SUMATERA BARAT. KETUA DPP GERINDRA, KETUA BPP HIPMI, WASEKJEN ICMI, WANKAR GEKRAFS, WAKETUM SKPI
07/09/2026
Warisan itu kami pelajari di surau.
Jauh sebelum beliau menjadi Presiden, Pak Prabowo telah menanamkan kepada kami untuk mencintai budaya bangsa, termasuk Pencak Silat.
Bagi saya silat bukan hanya gerak bela diri, tapi pelajaran tentang adab, akhlak dan agama.
Perjalanan yang sangat panjang dari anak kecil yang belajar silek di surau, memimpin silat di Sumbar dengan menjadi Ketua IPSI Sumbar, hingga hari ini diamanahkan ditingkat nasional sebagai Wakil Ketua Umum PB IPSI.
Amanah besar ini saya terima dengan penuh syukur dan tanggung jawab. untuk membawa silat Indonesia, khususnya Silek Minangkabau, mendunia dan berjaya di negeri sendiri, hingga semakin mendunia yang tak kalah dengan beladiri yang berasal dari negara luar.
Kadang tak menyangka...
Berawal dari bocah kecil yang dulu berlatih silat di surau dengan sarung yang masih kebesaran, hingga dipercaya memimpin organisasi silat di tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Dan hari ini, dengan Bismillah, saya menerima amanah yang lebih besar lagi, dilantik sebagai Wakil Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia di tingkat Nasional.
Demi Allah, ini bukan soal jabatan.
Amanah ini adalah tugas yang tak terpisahkan dari cita-cita besar, membangkitkan kembali budaya Silat, dari rumahnya sendiri di Sumatera Barat untuk Indonesia, hingga menuju Internasional.
Doain yaa...
Semoga generasi setelah kita bisa lebih bangga dan lebih kuat mempopulerkan silat di rumahnya sendiri. Jangan sampai anak cucu kita menjadi asing dengan budayanya sendiri.
Silat harus mendunia. Dan waktunya adalah sekarang.
Agenda kami meninjau revitalisasi pembangunan SLB. Kami ingin memastikan anak-anak istimewa kita punya ruang belajar yang layak dan membanggakan.
Begitu masuk kelas, kami justru yang banyak belajar.
“Kamu kelas berapa?”
“Kelas 6, Pak...”
“Kamu? Kelas 8? Kamu 6? Kamu 5?”
Kami bertemu Fani, anak cantik yang pemalu. Kami sapa, “Namanya siapa? Fani... Fani cantik ya.”
Ada Haikal, ada Akbar kelas 6, dan ada Zahra.
Di papan tulis mereka ada gambar bunga.
“Hari ini belajar apa?”
“Belajar menggambar, Pak. Mengenal tumbuhan.”
Kami pun berkata, “Zahra, coba bikin lagi di buku ini ya.”
Dengan tangan mungilnya yang penuh kesabaran, Zahra menggambar bunga. Jujur dan indah sekali. Kami lihat tulisannya,
“Ini yang nulis dia nih? Tulisannya bagus ya.”
Ibu Gurunya tersenyum haru.
Lalu kami bertanya, “Jumlah murid di sini berapa, Bu?”
“64, Pak Wagub.”
“Apa yang paling berat, Bu?”
“Yang autis, Pak. Ada 5 orang.”
Kami terdiam. Kami tatap satu per satu wajah Ibu Guru di sana. Tidak ada keluh. Yang ada hanya keikhlasan.
Dalam hati kami berkata, inilah wajah-wajah surga. Hanya orang dengan hati seluas samudera yang mampu mengajar dengan cinta sebesar ini.
Dan di kelas itu kami bertemu bintang kecil kami, Zahra.
Zahra, juara Harapan 2 Fotografi tingkat Nasional, hanya dengan handphone. Luar biasa. Usianya seumuran dengan anak kami yang nomor dua. Sungguh, dada kami sesak menahan haru.
“Zahra, coba fotoin Bapak ya?”
Dengan percaya diri, sang juara memotret kami.
Anak-anakku Fani, Akbar, Haikal, Zahra...
Terima kasih sudah mengajarkan kami hari ini.
Kalian tidak pernah meminta untuk dikasihani, kalian hanya meminta diberi kesempatan. Dan memberi kesempatan itu adalah tugas kami.
Gedung SLB ini memang sedang kami revitalisasi. Tapi hari inilah, hati kamilah yang justru kalian revitalisasi.
Sehat terus anak-anak hebat Sumatera Barat. Kami bangga pada kalian.
Vasko Ruseimy
Wakil Gubernur Sumatera Barat
04/09/2026
Apel pagi setiap hari, tapi apa yang berubah?
Bukan frekuensinya yang salah, tapi CARA kita memaknainya.
Jangan cuma tanya "Ada kendala?"
Tanya juga
1. Apa masalah utamanya?
2. Apa tindakan kita?
3. Kapan kita cek hasilnya?
Dari apel pagi yang baik, menuju perbaikan yang nyata untuk Sumbar Madani, Maju, Berkelanjutan.
Menurut ASN Sumbar, apa yang paling sering hilang dari apel pagi? Tulis di komen 👇
Siang tadi di Padang Panjang.
Saya datang untuk meninjau revitalisasi pembangunan SLB, memastikan anak-anak kita belajar di tempat yang layak dan nyaman.
Tapi siang itu saya justru yang belajar banyak.
Di sudut ruangan, siswa-siswi istimewa SLB dengan penuh percaya diri memamerkan karya tangan mereka. Rajutannya rapi, lukisannya jujur, kerajinannya... indah sekali. Bukan sekadar indah dipandang, tapi indah karena dibuat dengan hati, kesabaran, dan keberanian yang luar biasa.
Saya terpaku. Lama.
Lalu tiba-tiba hati ini berbisik, “Istriku pasti s**a ini.”
Saya pun bertanya kepada guru pendamping, “Maaf, apakah karya sebagus ini dijual?”
Karena saya ingin membawanya p**ang. Bukan hanya sebagai kerajinan, tapi sebagai simbol cinta. Untuk istri tercinta di rumah, yang selalu mengajarkan saya tentang arti ketulusan dan kasih sayang.
Untuk anak-anak hebat SLB Padang Panjang, terima kasih ya. Karya kalian hari ini sudah berhasil menjadi hadiah cinta untuk istri saya. Karya kalian sangat berharga.
Teruslah berkarya, anak-anak istimewa.
HKTI JANGAN JADI SEKADAR ORGANISASI PETANI.
Di sinilah harapan saya bertumbuh. Di lumpur sawah, di peluh petani.
Selama petani kita berjalan sendiri-sendiri, selama itu p**a kita akan kalah. Tapi ketika HKTI ini kita perkuat, saat itulah petani Sumbar BANGKIT bersama.
Yang kesulitan, akan kita rangkul sampai dia bisa berdiri.
Yang sudah hebat, akan kita dorong sampai hasil panennya mendunia.
Hari ini saya saksikan pelantikan kepengurusan baru HKTI Sumbar.
Selamat. Ini bukan jabatan BUAT GAYA GAYAAN. Ini amanah. Amanah dari setiap petani yang pernah menangis karena harga gabah jatuh, karena pupuk langka, karena panennya tak dihargai.
Saya Vasko Ruseimy, berdiri di sini bukan hanya sebagai Wakil Gubernur. Saya berdiri sebagai putra minang yang ingin petani disumatera barat hidupnya lebih sejahtera. Saya tidak akan membiarkan HKTI ini hanya menjadi organisasi seremonial.
Saya akan ikut turun. Saya akan kawal. Saya akan pastikan HKTI ini benar-benar bekerja dan bermanfaat untuk petani Sumatera Barat.
Karena kalau petani sejahtera, Sumbar pasti sejahtera.
Untuk dunsanak petani semua, Apa yang harus HKTI perbaiki pertama kali?
Pupuk, harga, atau pasar? Tulis di komen. Saya baca satu per satu.
31/08/2026
Dulu lewat sini, kita semua harus istighfar dulu. kami paham keresahan itu.
Lubangnya sedalam harapan warga. Motor harus zig-zag, pick-up bawa sayur jalan pelan-pelan, shockbreaker nangis tiap hari.
Jujur saja, memang belum semua jalan provinsi bisa kita perbaiki. Masih banyak PR. Masih ada ruas yang bikin saya gak enak hati tiap kali dapat laporannya.
Tapi dengan segala keterbatasan yang ada, kami berusaha cicil satu per satu.
Karena ini bukan soal aspal. Ini soal anak sekolah biar gak telat, ibu-ibu ke pasar biar gak was-was, dan hasil panen biar gak busuk di jalan.
Terima kasih untuk warga yang sabar menunggu dan ikut kawal kerja di lapangan. Ini jalan kita bersama.
Ruas jalan provinsi mana lagi yang harus kita dahulukan? Tulis di komen ya, saya catat satu per satu.
Memang Belum semua yang sudah dan sedang kami kerjakan sempat ke-posting. Buat dunsanak yang lagi di sekitar jalan yang sedang diperbaiki, bantu posting dan tag saya ya. Biar tim di lapangan yang kerja panas-panasan itu makin semangat.
Kami tahu, rasanya lewat jalan rusak itu seperti apa.
Motor harus zig-zag, Pick-up bawa sayur harus pelan-pelan, Biaya bengkel nambah. Banyak yang hubungi kami segala keluhan ini.
Alhamdulillah, beberapa ruas udah selesai.
Dari rusak, jadi mulus.
Memang belum semua jalan provinsi kita perbaiki. Masih ada beberapa ruas lagi yang jadi PR kami.
Tapi percayalah, dengan segala keterbatasan, kami tidak boleh berhenti. Karena jalan yang nyaman itu bukan soal aspal, tapi soal perut keluarga yang terisi, anak yang tepat waktu ke sekolah, dan ekonomi yang terus bergerak.
Terima kasih untuk seluruh elemen masyarakat yang sudah kawal perbaikan ini dari hari pertama. Ini jalan kita bersama.
30/08/2026
pagi sanak.. cubo tebak? kira kira diskusi apa yang terjadi di foto ini ?? 😃😃 Dianita Maulin
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Address
Padang
25114