KDA

KDA

Compartir

Dunia binatang buas, kekuatan
alam yang luar biasa!���


fb.com/stars

18/09/2026

Harimau Sumatra (𝘗𝘢𝘯𝘵𝘩𝘦𝘳𝘢 𝘵𝘪𝘨𝘳𝘪𝘴 𝘴𝘰𝘯𝘥𝘢𝘪𝘤𝘢/𝘴𝘶𝘮𝘢𝘵𝘳𝘢𝘦) memiliki ciri khas berupa pertumbuhan bulu yang panjang dan lebat di sekitar leher dan pipinya, yang menyerupai surai. Ciri fisik ini membantu membedakan subspesies tersebut dari harimau lainnya, selain dari ukuran tubuhnya yang lebih kecil, warna bulu yang lebih gelap dan pola garis-garis hitam yang lebih rapat.

Fitur ini jauh lebih menonjol dan terlihat jelas pada jantan dewasa dibandingkan betina, serta lebih berkembang dibandingkan pada subspesies harimau lainnya yang masih ada saat ini. Ketebalan bulu tersebut sering kali berkaitan dengan kebugaran fisik dan kadar hormon harimau jantan. Beberapa orang meyakini bahwa bulu lebat ini membantu mengurangi kehilangan panas tubuh dengan menyediakan isolasi tambahan.

17/09/2026

Kasihan banget melihat nasibnya… 😢

Jangan sampai orangutan hanya tinggal cerita.
Orangutan adalah salah satu penghuni hutan yang sangat bergantung pada pepohonan. Mereka bisa disebut sebagai penjaga hutan secara alami.

Setiap hari mereka menjelajah dari pohon ke pohon, mencari buah-buahan alami sebagai makanan. Ketika buah dimakan, bijinya dapat tersebar melalui kotoran ke berbagai tempat. Dari biji-biji itulah, dengan bantuan alam, dapat tumbuh tunas dan pohon-pohon baru.

Tanpa kita sadari, kehidupan mereka ikut membantu proses regenerasi hutan. Mereka bukan sekadar penghuni hutan, tetapi bagian dari keseimbangan alam yang sudah berlangsung selama ribuan tahun.

Namun, penjaga hutan ini seakan kalah menghadapi keserakahan manusia.

Hutan dibabat…
Hutan dibakar…
Hutan dikeruk…
Pohon-pohon tumbang satu demi satu.
Tanah yang dahulu hijau berubah menjadi lahan kosong dan gersang.

Lalu ke mana orangutan harus pergi?

Mereka tidak bisa membeli rumah baru. Mereka tidak bisa membuka lahan baru. Mereka hanya tahu bahwa hutan adalah rumah, tempat mencari makan, berlindung, dan membesarkan anak-anaknya.

Ketika rumah mereka hilang, mereka hanya bisa berjalan mencari sisa-sisa kehidupan di tengah hutan yang telah rusak. Ada yang kelaparan, terluka, kehilangan anak, bahkan tidak mampu bertahan hidup.

Kita mungkin melihat hutan hanya sebagai tanah. Tetapi bagi orangutan, hutan adalah rumah dan seluruh kehidupannya.

Jangan sampai suatu hari nanti anak cucu kita bertanya,
“Dulu orangutan benar-benar hidup di hutan?”

Dan kita hanya bisa menjawab,
“Iya… dulu mereka ada. Tapi kita gagal menjaganya.”

Mari jaga hutan yang masih tersisa dan bantu pulihkan hutan yang telah rusak. Karena ketika hutan lestari, satwa punya rumah, alam tetap seimbang, dan kehidupan manusia pun ikut terjaga.

Jangan sampai penjaga hutan ini hanya tinggal cerita.

15/09/2026

Kerbau Cerdas

15/09/2026

Sebuah Rekaman yang beredar menjadi perdebatan netizen setelah memperlihatkan seekor gajah liar berada di kawasan yang telah berubah drastis akibat menyusutnya habitat alami. Hilangnya jalur jelajah serta beralihnya hutan menjadi perkebunan monokultur membuat gajah tersebut tampak merobohkan pohon sawit sebagai bagian dari upayanya bertahan hidup.

Peristiwa itu tidak hanya menggambarkan perilaku agresif satwa, tetapi juga konflik yang kian sering terjadi antara gajah liar dan perubahan lingkungan di sekitarnya. Ketika habitat terus terfragmentasi, ruang bagi satwa untuk mencari makan dan menjalani kehidupannya pun semakin terbatas.

15/09/2026

Selamat jalan penjaga hutan ... Aku sampai gak bisa berkata- kata.. aku gak tau harus ngomong apa, satu per satu menemukan mereka yang mati terpanggang kobaran api. Trenggiling ini hanya satu dari ribuan satwa yang menjadi korban kebengisan "penjahat".

Trenggiling dijuluki sebagai penjaga hutan karena memangsa ratusan ribu sampai puluhan juta semut serangga dan rayap setiap harinya. Peran ini membantu mencegah ledakan populasi serangga yang dapat merusak pohon dan ekosistem.

Status konservasi trenggiling berada dalam bahaya kritis (Critically Endangered) menurut IUCN. Hewan ini menjadi salah satu mamalia yang paling banyak diperdagangkan secara ilegal di dunia. Dengan tujuan mengambil daging dan sisiknya.

08/09/2026

Ini adalah sosok hewan yg di lindungi, karena populasinya yg terus berkurang kerena perburuan yg ilegal, satea ini banyak kegunaan nya untuk obat dan juga banyak lagi
Di daerah mana lagi yg masih banyak satwa ini
Tulis di kolom komentar daerah kalian yg masih melindungi satwa ini

08/09/2026

Seekor gajah Sumatra betina diperkirakan berusia sekitar 60 tahun kembali menjadi perhatian tim konservasi di Riau. Meski telah memasuki usia yang sangat tua untuk ukuran gajah liar, satwa ini masih mampu bertahan hidup secara mandiri di kawasan hutan dan perkebunan di Kabupaten Pelalawan.

Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melakukan pemeriksaan kesehatan berkala guna memastikan kondisi gajah tersebut tetap stabil.

Perjalanan hidup sang gajah tidaklah mudah. Pada pertengahan 2025, ia sempat ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan akibat dehidrasi berat, gangguan pencernaan, tubuh yang sangat kurus, serta mengalami prolapsus ani. Saat itu, tim dokter hewan memberikan perawatan intensif untuk menyelamatkan nyawanya.

Setahun setelah perawatan tersebut, hasilnya sangat menggembirakan. Ketika tim kembali melakukan pemeriksaan, gajah betina ini menunjukkan kondisi fisik yang jauh lebih baik. Ia terlihat aktif, memiliki tenaga yang kuat, bahkan bersikap defensif saat manusia mencoba mendekat, sebuah tanda bahwa insting liarnya masih terjaga.

Selama proses pemeriksaan medis, tim juga mencatat bahwa pembiusan ringan tidak langsung membuatnya rebah karena kondisi tubuhnya yang masih cukup kuat.

Berdasarkan hasil evaluasi, berat badan gajah diperkirakan mencapai sekitar 2,6 ton dengan tinggi sekitar 2,3 meter. Kondisi tubuhnya dinilai proporsional dan tidak ditemukan luka maupun cedera baru.

Meski demikian, faktor usia tetap membawa sejumlah tantangan. Fungsi otot anusnya mulai melemah sehingga terkadang menyebabkan sisa kotoran menggantung. Selain itu, gigi-giginya telah mengalami keausan sehingga kemampuan mengunyah makanan berserat menjadi berkurang.

Sebagai bentuk adaptasi alami, gajah tua ini lebih sering mencari makanan yang lebih lunak, seperti batang pisang, rumput segar, ubi kayu, hingga tanaman muda yang mudah dicerna. Tim medis juga memberikan terapi suportif berupa obat-obatan dan cairan untuk membantu menjaga kondisi fisiologisnya.

Menurut BBKSDA Riau, penurunan fungsi organ merupakan bagian alami dari proses penuaan. Selama nafsu makan tetap baik, tubuhnya mampu mempertahankan kondisi yang stabil, dan tidak mengalami stres berlebihan, peluangnya untuk terus bertahan hidup di alam masih cukup baik.

Kisah gajah tua ini menjadi gambaran pentingnya pemantauan satwa liar secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, tenaga medis, dan masyarakat berperan besar dalam memastikan satwa langka seperti gajah Sumatra tetap memperoleh perlindungan di habitat alaminya.

Sumber: Media Center Provinsi Riau (6 Juli 2026), Balai Besar KSDA Riau.

07/09/2026

Montain Goat vs Tiger

07/09/2026

Montain Goat vs Lion
Singa di dorong induk montsin ke jurang, anak montain berhasil di selamatkan induknya

02/09/2026

Musibah Nepal

Categoría

Página web

Dirección

Jln Simpang
Lima

Notificaciones

Sé el primero en enterarse y déjanos enviarle un correo electrónico cuando KDA publique noticias y promociones. Su dirección de correo electrónico no se utilizará para ningún otro fin, y puede darse de baja en cualquier momento.

Subscribir

Le avisaremos cuando ocurra algo en Lima.