Info Seputar Raman Utara dan Sekitarnya
Media ini sebagai sarana informasi bagi masyarakat Raman Utara sebagai tambahan wawasan
Gawat luur, padi mulai layu
Terjadi Kecelakaan di Ruas jalan Bali agung Persil 11 a
> ๐พ Kemarau mulai menguji petaniโฆ
Tanah sawah mulai retak, sementara padi sebentar lagi memasuki fase pembentukan bulir.
Air ada, tapi apakah cukup? ๐ง
๐ฅ Simak kondisi selengkapnya dalam reportase kami dari areal persawahan.
> ๐ฟ Sungai terlihat tenangโฆ tapi ada cerita yang perlu kita dengarkan.
Benarkah kondisi ini menjadi ancaman bagi ekosistem sungai?
๐ฅ Simak reportase kami sampai selesai.
12/06/2026
BPD Tidak Hadir di Tengah Masyarakat, Siapa yang Menjembatani Aspirasi Warga?
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dibentuk bukan sekadar sebagai pelengkap struktur pemerintahan desa. Berdasarkan peraturan perundang-undangan, BPD memiliki fungsi penting sebagai lembaga yang mewakili masyarakat desa, menampung dan menyalurkan aspirasi warga, serta melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa, termasuk pelaksanaan pembangunan dan penggunaan anggaran desa.
Namun dalam praktiknya, tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan minimnya kehadiran anggota BPD di tingkat dusun. Bahkan, dalam berbagai forum atau rapat dusun yang menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat, keberadaan anggota BPD sering kali tidak terlihat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, bagaimana aspirasi warga dapat tersampaikan secara maksimal apabila wakil mereka sendiri jarang hadir di tengah-tengah masyarakat?
Padahal, rapat dusun merupakan salah satu ruang penting bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari kebutuhan pembangunan jalan, saluran irigasi, bantuan sosial, hingga berbagai keluhan terkait pelayanan pemerintahan desa. Kehadiran anggota BPD dalam forum tersebut seharusnya menjadi sarana untuk menyerap aspirasi secara langsung dan memastikan bahwa kebutuhan masyarakat benar-benar diperjuangkan dalam musyawarah desa.
Tidak hanya itu, fungsi pengawasan BPD terhadap kegiatan pembangunan dan penggunaan anggaran desa juga membutuhkan kedekatan dengan masyarakat. Sebab masyarakatlah yang mengetahui secara langsung kondisi di lapangan. Tanpa komunikasi yang aktif dengan warga, fungsi pengawasan berpotensi menjadi lemah, bahkan masyarakat tidak mengetahui sejauh mana BPD menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Kondisi ini bukan berarti BPD harus diposisikan berhadap-hadapan dengan pemerintah desa. Sebaliknya, BPD dan pemerintah desa merupakan mitra yang memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan pembangunan dan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Namun kemitraan tersebut juga harus diimbangi dengan keterbukaan, komunikasi, dan kehadiran yang nyata di tengah masyarakat.
Karena itu, sudah sepatutnya anggota BPD lebih aktif hadir dalam rapat-rapat dusun, melakukan sosialisasi, menyampaikan hasil pengawasan, serta membuka ruang komunikasi dengan masyarakat yang diwakilinya. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengenal nama anggota BPD, tetapi juga merasakan manfaat dari keberadaan lembaga tersebut.
Pada akhirnya, keberhasilan BPD tidak diukur dari seberapa banyak rapat yang dihadiri di tingkat desa, melainkan dari seberapa dekat mereka dengan masyarakat dan seberapa besar aspirasi warga dapat diperjuangkan menjadi kebijakan yang nyata.
Sebab, wakil masyarakat yang sesungguhnya bukanlah mereka yang hanya tercatat dalam struktur organisasi, melainkan mereka yang hadir, mendengar, dan bekerja bersama masyarakat yang diwakilinya.
10/06/2026
Petani Kian Terhimpit: Dolar Naik, Harga Sarana Produksi Melambung, Harga Hasil Panen Tak Menentu
Lampung Timur โ Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah kembali membawa dampak terhadap sektor pertanian dan perkebunan. Harga berbagai sarana produksi pertanian (saprotan), mulai dari pupuk non subsidi, obat-obatan, pestisida, bibit, hingga bahan pendukung perkebunan, mengalami kenaikan yang semakin membebani petani.
Di tengah naiknya biaya produksi, para petani justru dihadapkan pada ketidakpastian harga hasil panen yang sewaktu-waktu dapat jatuh. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa petani semakin terjebak dalam lingkaran kemiskinan yang berkepanjangan.
Salah satu contoh dirasakan petani karet. Meski harga getah karet saat ini mengalami kenaikan, harga bahan pembeku getah yang digunakan petani juga ikut melonjak tajam. Jika sebelumnya satu botol pembeku getah dijual sekitar Rp10 ribu, kini harganya mencapai Rp20 ribu atau naik hingga 100 persen.
Tidak hanya itu, berbagai kebutuhan produksi pertanian lainnya juga mengalami kenaikan harga seiring melemahnya rupiah dan meningkatnya biaya impor bahan baku.
Yang menjadi persoalan, menurut sejumlah petani, kenaikan harga komoditas hasil pertanian tidak pernah memberikan kepastian. Harga gabah, singkong, jagung, maupun karet bisa saja naik pada saat tertentu, tetapi sewaktu-waktu dapat turun drastis tanpa mampu dikendalikan oleh petani.
"Kalau biaya produksi naik, hampir tidak pernah turun lagi. Tapi harga hasil pertanian bisa hari ini Rp20 ribu, besok bisa Rp10 ribu atau bahkan lebih rendah," ujar seorang petani.
Di sisi lain, harga berbagai produk industri dan kebutuhan yang dikuasai perusahaan besar cenderung terus meningkat dan jarang mengalami penurunan yang signifikan. Ketimpangan inilah yang menurut sebagian kalangan membuat posisi petani semakin lemah dalam rantai ekonomi nasional.
Para pengamat menilai, tanpa kebijakan yang mampu melindungi petani dari gejolak harga dan kenaikan biaya produksi, kesejahteraan petani akan semakin sulit dicapai. Stabilitas harga hasil pertanian, akses terhadap saprotan yang terjangkau, serta keberpihakan terhadap petani kecil dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Indonesia dikenal sebagai negara agraris yang menggantungkan kebutuhan pangannya pada jutaan petani. Namun apabila biaya produksi terus meningkat sementara harga hasil panen tetap tidak menentu, dikhawatirkan sektor pertanian akan semakin ditinggalkan generasi muda, dan cita-cita mewujudkan kesejahteraan petani akan semakin jauh dari kenyataan.
Di tengah kenaikan biaya hidup dan tingginya biaya produksi, pertanyaan yang terus muncul dari kalangan petani adalah: sampai kapan petani hanya menjadi penanggung risiko terbesar, tetapi memperoleh keuntungan yang paling kecil dalam rantai ekonomi bangsa?
Masih disini,menikmati malam dg minuman ringan
05/06/2026
๐จ INFO UNTUK WARGA RAMAN UTARA DAN SEKITARNYA ๐จ
๐ฎโโ๏ธ Satuan Lalu Lintas Polres Metro akan menggelar Operasi Patuh Krakatau 2026 yang dilaksanakan mulai:
๐
8 Juni 2026 s/d 21 Juni 2026
Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
โ ๏ธ Untuk seluruh pengendara, pastikan:
โ
Membawa SIM dan STNK
โ
Menggunakan helm berstandar SNI
โ
Memakai sabuk pengaman
โ
Kendaraan dilengkapi spion dan lampu yang berfungsi baik
โ
Tidak menggunakan knalpot brong
โ
Tidak menggunakan ponsel saat berkendara
โ
Mematuhi rambu dan peraturan lalu lintas
๐๐ต Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas.
"Ingat, keluarga menanti di rumah. Keselamatan adalah yang utama."
๐ข Mari bersama-sama mendukung Operasi Patuh Krakatau 2026 demi terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib.
Wakil Bupati Lampung Timur Hadiri Penyaluran Bantuan Beras dan Peletakan Batu Pertama Jembatan Merah Putih di Rejobinangun
Lampung Timur โ Pemerintah Desa Rejobinangun, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur, menyalurkan bantuan beras dan minyak goreng kepada warga kurang mampu pada Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lampung Timur Hi. Azwar Hadi, S.E., M.Si.. bersama Kepala Desa Rejobinangun, Camat Raman Utara, Kepala Dinas Sosial, serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Selain menghadiri penyaluran bantuan sosial, Wakil Bupati Lampung Timur juga menghadiri prosesi peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Merah Putih, yang akan menghubungkan Desa Rejobinangun dengan Desa Rantau Fajar. Pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses transportasi dan memperlancar aktivitas masyarakat di kedua desa.
Bantuan beras dan minyak goreng diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), warga kurang mampu, serta masyarakat yang membutuhkan. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lampung Timur menegaskan pentingnya memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
"Kami ingin memastikan ibu-ibu dan seluruh penerima manfaat memperoleh bantuan ini dengan baik, dan bantuan tersebut tepat sasaran kepada masyarakat yang memang berhak menerimanya," ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Raman Utara dan Kepala Dinas Sosial yang bersama-sama melakukan pemantauan terhadap proses penyaluran bantuan agar berjalan tertib dan lancar.
Warga penerima bantuan mengaku merasa sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Mereka berharap bantuan sosial seperti ini dapat terus berlanjut untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Sementara itu, pembangunan Jembatan Merah Putih diharapkan menjadi solusi penting bagi mobilitas warga Desa Rejobinangun dan Desa Rantau Fajar, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.
Program bantuan sosial dan pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Lampung Timur.
๐โจ SUASANA PASAR MALAM RAMAN UTARA MALAM INI โจ๐
Malam ini pasar malam di Raman Utara tampak ramai dipadati pengunjung dari berbagai wilayah ๐
๐ก Aneka wahana permainan anak
๐ก Beragam kuliner lezat
๐ Produk UMKM lokal
๐ Suasana meriah dan penuh keceriaan
Ramainya pasar malam menjadi berkah bagi para pedagang dan pelaku UMKM yang turut meramaikan kegiatan malam ini ๐
Bagi warga yang berkunjung, tetap jaga keselamatan dan awasi putra-putri tercinta saat menikmati berbagai wahana permainan.
๐ Siapa yang sudah berkunjung ke pasar malam Raman Utara malam ini?
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Telephone
Website
Address
Bandar