Next Generation Network

Next Generation Network

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Next Generation Network, Charitable organisation, Jl. Cibeunying Kolot III No.41, Kelurahan Sadang Serang, Kec. Cikondang, Bandung.

08/08/2026

Selamat Hari Game Indonesia!

Ayah & Bunda, sadar nggak kalau buat anak-anak hari ini, game bukan lagi sekadar hiburan? Game sudah jadi “jendela dunia” tempat mereka belajar problem solving, melatih imajinasi, dan mengenal hal-hal baru.

Namun di balik layar, kita semua tahu ada rasa cemas yang sama: apakah dunia virtual tempat mereka bertualang sudah cukup aman?

Mewujudkan ruang main yang sehat itu butuh gerak bersama. Di rumah, peran kita adalah hadir mendampingi, mengarahkan, dan mengajarkan anak untuk main pintar dan bijak.

Di saat yang sama, rasa tenang orang tua tentu lahir dari lingkungan game yang memang dirancang dengan rasa peduli pada anak. Mulai dari kejelasan batasan usia, ruang interaksi yang bersih dari kekerasan digital, hingga sistem yang menghargai tumbuh kembang mereka.

Sebab, ketika setiap pintu dan sudut di dalam game dibuat dengan memikirkan keselamatan pemain ciliknya, game benar-benar bisa menjadi jendela dunia yang aman, seru, dan menginspirasi.

Mari bersama-sama merawat ekosistem game yang sehat untuk masa depan anak-anak kita.

Menurut Ayah dan Bunda, apa hal pertama yang biasanya kamu cek sebelum ngizinin si kecil main game baru?

Tulis cerita atau pandangan kamu di komentar ya!

Photos from Next Generation Network's post 23/07/2026

Selamat Hari Anak Nasional untuk seluruh pahlawan kecil di Indonesia! 🇮🇩✨

Jika 20 tahun lalu kita merayakan hari ini dengan lomba mewarnai dan bermain kelereng di lapangan terbuka, hari ini anak-anak kita merayakannya di dalam kamar, menatap layar kaca yang menyambungkan mereka ke seluruh dunia.

Koneksi itu luar biasa indah, namun sekaligus membawa kerentanan baru. Ketika kita melarang mereka keluar malam sendirian karena takut penculik, kita justru sering kali “membukakan pintu rumah lebar-lebar” bagi predator siber lewat gawai yang tidak diawasi.

Melindungi hak anak di ruang digital bukan berarti memutus total akses mereka terhadap teknologi, melainkan hadir sebagai ‘Sapu Jagat’ yang menyingkirkan kerikil tajam di jalur lari mereka.

Mari kita hadiahkan rasa aman yang sesungguhnya untuk mereka hari ini.

Dari 4 Hak Digital di atas, mana yang menurut Ayah/Bunda paling darurat untuk kita benahi bersama di lingkungan keluarga saat ini? Yuk, suarakan di kolom komentar! 👇❤️

Photos from Next Generation Network's post 14/07/2026

“HP-nya disita aja kalau main terus!” Pernah terbesit pikiran seperti ini saat melihat anak susah lepas dari layar, Ayah/Bunda?

Wajar kok kalau kita cemas. Tapi tahukah Bunda, menyita gawai secara paksa sering kali tidak menyelesaikan kecanduan, melainkan hanya menggeser tempat bermain mereka ke tempat yang tidak bisa kita awasi seperti warnet atau HP temannya.
Di Next Generation Indonesia, kami percaya bahwa benteng terkuat perlindungan anak di dunia siber bukanlah kecanggihan aplikasi parental control, melainkan rasa aman anak untuk bercerita kepada orang tuanya.

Geser slide di atas untuk mulai mengubah peran kita dari ‘Hakim Penilai’ menjadi ‘Teman Duduk’ mereka.
Dari 3 langkah di atas, nomor berapa nih yang mau Ayah/Bunda coba obrolkan sore ini dengan si kecil?

Tulis di kolom komentar ya, mari kita saling menguatkan!

Photos from Next Generation Network's post 29/06/2026

Jangan abai, ini tanda-tanda perilaku saat anak mulai kehilangan kendali atas gamenya!
“Anak saya kalau dilarang main game sekarang kok malah ngamuk luar biasa ya, Bun?” Pertanyaan seperti ini semakin sering kami terima. Dan jujur, ini adalah salah satu tanda bahwa anak sudah mulai mengalami ketergantungan emosional pada dunia digital.
Kecanduan game (gaming disorder) kini bukan lagi sekadar kekhawatiran orang tua, melainkan masalah perilaku yang nyata di era digital. Gejalanya tidak muncul dalam semalam, melainkan lewat perubahan-perubahan kecil yang sering kali luput dari perhatian kita: dari yang mulai malas bergerak (mager), jam tidur yang bergeser, hingga menarik diri dari obrolan keluarga.
Di dalam infografis di atas, kami merangkum 5 tanda utama yang perlu diwaspadai di rumah.
Jika Ayah dan Bunda menemukan tanda-tanda tersebut pada anak:
Tarik napas dalam-dalam, jangan panik atau langsung membentak.
Hindari menyita HP secara mendadak tanpa diskusi, karena ini bis memicu konflik emosional yang lebih besar.
Mulai buat kesepakatan batas waktu (screen time) yang tertulis dan tegas.

Hadirkan aktivitas pengganti di dunia nyata yang tidak kalah menarik bagi mereka.

Mari kita jaga kesehatan mental dan masa depan anak-anak kita dengan menjadi orang tua yang peka dan solutif. Swafoto atau simpan postingan ini agar bisa dibaca kembali sewaktu-waktu ya!

Deteksi dini adalah bentuk kasih sayang terbaik kita sebagai orang tua. Yuk, coba cek perilaku si kecil akhir-akhir ini...

👇 Dari tanda-tanda di atas, mana yang paling sering atau mulai kelihatan di rumah saat ini? Tulis di kolom komentar ya Ayah, Bunda. Mari kita diskusikan solusinya bersama-sama tanpa saling menghakimi!

Photos from Next Generation Network's post 22/06/2026

Game itu musuh atau kawan? Jawabannya: Tergantung bagaimana kita mengaturnya! 🤝

Sering kali kita terjebak dalam narasi bahwa game adalah perusak masa depan anak. Padahal, jika kita mau duduk di samping mereka dan melihat cara mereka bermain, ada banyak sekali stimulasi positif yang sedang terjadi di otak mereka.

Mulai dari melatih koordinasi motorik, mengasah logika berpikir cepat, hingga melatih jiwa kepemimpinan (leadership) saat mereka harus memimpin tim di dunia digital.

NXG Indonesia tidak menutup mata bahwa ada risiko kecanduan jika game dibiarkan tanpa kendali. Namun, kita juga ingin mengajak orang tua untuk bersikap adil. Daripada melarang total yang justru membuat anak bermain sembunyi-sembunyi di luar rumah, bukankah lebih baik kita kelola hobi mereka secara bijak?

Langkah awalnya mudah:
1. Pastikan game yang dimainkan lolos sensor rating usia game rating.
2. Buat kesepakatan waktu (screen time) yang tegas namun adil.
3. Ajak anak ngobrol tentang taktik atau cerita di dalam game tersebut sebagai sarana bonding.

Mari jadi orang tua cerdas di era digital. Simak infografis di atas untuk tahu apa saja manfaat tersembunyi dari game yang dimainkan secara sehat!
Yuk, share postingan ini ke Ayah/Bunda lainnya agar kita bisa sama-sama jadi ortu cerdas digital!

17/06/2026

Kamus Bahasa Anak Zaman Now: “Tanggung” = Tolong jangan ganggu aku dulu 1 jam lagi.

Absen dulu yuk, orang tua mana yang tensinya langsung meroket kalau dengar kalimat sakti ini pas lagi nyuruh anak berhenti main game?

Biar kita gak melulu senewen dan berujung ngomel-ngomel yang bikin anak malah menutup diri, yuk kita ubah strateginya. Kita pahami dulu ritme bermain mereka, baru kita masuk dengan aturan main (screen time) yang disepakati bersama sebelum tombol ‘Start’ diklik.

Ingin tahu cara komunikasi terapeutik biar anak gak emosional saat diminta menyudahi gamenya?

Yuk, SAVE postingan ini biar gak hilang, dan SHARE ke pasangan atau grup WA komite sekolah biar sesama orang tua bisa ikutan senyum-senyum relate hari ini!

Photos from Next Generation Network's post 09/06/2026

Jujur, siapa yang sering merasa “habis energi” tiap kali menyuruh anak stop main game? 🙋‍♂️🙋‍♀️

Menjadi orang tua zaman now itu punya tantangan ganda: kita dituntut mencari nafkah dan mengurus rumah, sekaligus harus berkompetisi dengan algoritma video game yang luar biasa memikat perhatian anak.

Sering kali, lingkungan sekitar begitu mudah menghakimi: “Anak kecanduan game itu karena ortunya abai.” Padahal, realitanya tidak sesederhana itu. Kita sudah berusaha sekuat tenaga, tapi rasanya batas kesabaran kita terus-menerus diuji setiap hari.

Ayah dan Bunda, merasa lelah itu valid. Merasa bingung hadapi anak era digital itu sangat wajar. Pengin marah saat anak bilang “bentar lagi, tanggung” juga sebuah respons yang manusiawi. Anda tidak sendirian, dan Anda tidak sedang gagal.

Kunci dari menghadapi situasi ini bukan dengan menambah intensitas omelan atau langsung memberikan hukuman berat yang membuat anak makin menjauh dari kita. Langkah pertamanya adalah menurunkan tensi di dalam rumah, memvalidasi lelahnya diri kita sendiri, baru kemudian belajar mendekati dunia anak dengan cara yang lebih bijak.

Yuk, geser slide demi slide di atas untuk sedikit meredakan rasa bersalah di hati, dan mari kita mulai langkah baru yang lebih hangat di rumah.

Photos from Next Generation Network's post 26/05/2026

2 SISWA DIREKRUT TERORIS LEWAT GAME ONLINE: APAKAH INI SALAH GAMENYA?

Kabar infiltrasi kelompok radikal ke dalam game online untuk merekrut anak-anak tentu bikin kita sebagai orang tua cemas. Refleks pertama kita mungkin langsung ingin melarang anak main game sama sekali.

Tapi mari kita bedah polanya dengan kepala dingin.

Kalau besok ada penyusupan ideologi ekstrem di Komunitas Pencinta Tapir atau Klub Catur, apakah kita akan membubarkan komunitasnya? Tentu tidak.

Karena game online, catur, atau komunitas apa pun hanyalah cangkang (media). Kelompok radikal masuk ke sana semata-mata karena di sanalah tempat anak-anak “zaman now” berkumpul menghabiskan waktu.

Yang berbahaya bukan gamenya, tapi paham radikal yang disusupkan saat anak-anak perlahan diajak pindah dari obrolan game ke grup chat privat (seperti Telegram atau Discord tertutup).

Langkah Mitigasi untuk Orang Tua:
Pahami Teman Mabar: Kenali dengan siapa saja anak berinteraksi di ruang digital.

Waspada Migrasi Jalur Chat: Perhatikan jika anak mulai diarahkan pindah ke grup obrolan privat oleh orang asing.

Kuatkan Rumah: Kelompok radikal mengincar anak yang kesepian. Jadikan pelukan dan komunikasi di rumah sebagai tempat paling aman untuk mereka pulang dan bercerita.
Jangan blokir dunianya, tapi perkuat benteng komunikasinya.

Bagaimana tanggapan Ayah & Bunda terkait isu ini? Tulis di kolom komentar, yuk!

03/05/2026

Menghubungkan inovasi dan kolaborasi 🤝

NXG Indonesia bersama telah menyelenggarakan “Workshop Optimalisasi AI dalam Ekosistem Akademik” pada 2 Mei 2026, yang juga menjadi momen penandatanganan MoU sebagai bentuk komitmen kolaborasi ke depan.

Melalui kegiatan ini, kami percaya bahwa pemanfaatan AI dapat membuka peluang baru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan akademik.

Photos from Next Generation Network's post 16/03/2026

Literasi digital dapat membantu anak main game dengan aman, kritis, dan tetap bijak. Salah satunya dengan mengenal sistem rating video game sebelum memilih game yang dimainkan.

👉 Swipe sampai akhir untuk tahu kenapa rating itu penting dan bagaimana cara ceknya.

Setelah mengenal sistem rating video game, pastikan penggunaan game selanjutnya sudah sesuai dengan klasifikasi usia anak ya.

Want your organization to be the top-listed Non Profit Organization in Bandung?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Website

Address


Jl. Cibeunying Kolot III No.41, Kelurahan Sadang Serang, Kec. Cikondang
Bandung
40133