Hukum Rimba
Belajar dari makhluk tuhan yang lain (hewan) yang katanya tidak berakal
23/03/2026
Laticauda colubrina (erabu kuning) adalah spesies reptil berbisa sangat tinggi dengan kandungan neurotoksin kuat yang ditemukan oleh Johann Gottlob Schneider pada tahun 1799, berasal dari habitat perairan tropis Indo-Pasifik, memiliki status konservasi Least Concern, dan secara ilmiah termasuk dalam kerajaan Animalia, filum Chordata, kelas Reptilia, ordo Squamata, famili Elapidae, serta genus Laticauda.
Source : Google
seabandedkrait
23/03/2026
Ular cincin mas (Boiga dendrophila) adalah spesies reptil berbisa menengah dengan kandungan racun neurotoksin yang ditemukan oleh Friedrich Boie pada tahun 1827, berasal dari habitat Asia Tenggara, memiliki status konservasi Least Concern, dan secara ilmiah termasuk dalam kerajaan Animalia, filum Chordata, kelas Reptilia, ordo Squamata, famili Colubridae, serta genus Boiga.
Source: Google
22/03/2026
Lycodon subcinctus (Ular Cecak Belang atau Malayan Banded Wolf Snake) adalah spesies ular dari famili Colubridae yang tidak berbisa, pertama kali dideskripsikan oleh Heinrich Boie pada tahun 1827. Ular ini merupakan contoh klasik mimikri Batesian, di mana penampilannya sangat menyerupai ular berbisa mematikan seperti Ular Weling (Bungarus candidus) untuk mengelabui predator. Secara ilmiah, ular ini termasuk dalam kerajaan Animalia, filum Chordata, kelas Reptilia, ordo Squamata, dan genus Lycodon.
Sour
ularcecak bandedwolfsnake
22/03/2026
Ular welang (Bungarus fasciatus) adalah spesies reptil berbisa sangat tinggi dengan kandungan neurotoksin kuat yang ditemukan oleh Carl Linnaeus pada tahun 1758, berasal dari habitat Asia Selatan dan Asia Tenggara, memiliki status konservasi Least Concern, dan secara ilmiah termasuk dalam kerajaan Animalia, filum Chordata, kelas Reptilia, ordo Squamata, famili Elapidae, serta genus Bungarus.
Source: Google
krait
22/03/2026
Ular weling (Bungarus candidus) adalah spesies reptil berbisa sangat tinggi dengan kandungan neurotoksin kuat yang ditemukan oleh Carl Linnaeus pada tahun 1758, berasal dari habitat Asia Tenggara, memiliki status konservasi Least Concern, dan secara ilmiah termasuk dalam kerajaan Animalia, filum Chordata, kelas Reptilia, ordo Squamata, famili Elapidae, serta genus Bungarus.
Source : Google
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Website
Address
Bandung