Semeton Syamsul Rijal

Semeton Syamsul Rijal

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Semeton Syamsul Rijal, Public Figure, Jalan Datu Lombok, Mataram.

17/09/2026
15/09/2026

KETIKA CINTA PADA MAULANA

(Catatan Departemen Hubungan Internasional Pimpus Pemuda NW, dari menghadiri MDH2)

Entah di mana Allah menitipkan wasilah keberkahan yang dikehendaki-Nya. Kita tidak pernah benar-benar tahu, sebab keberkahan bisa datang dari jalan yang sederhana dan tidak pernah kita duga. Bisa jadi ia turun melalui majelis ilmu, mengalir dalam majelis selawat, bersemi dalam majelis zikir, atau hadir di tengah-tengah majelis para pecinta ulama.

Karena itu, tugas kita bukan menebak di mana keberkahan berada, melainkan terus berikhtiar menjemputnya. Melangkah menuju majelis-majelis kebaikan, duduk bersama orang-orang saleh, mendengarkan nasihat para ulama, dan menjaga hati agar tetap dekat dengan Allah. InsyaAllah, Majlis Dakwah Hamzanwadi II (MDH2) adalah salah satu ruang yang mengundang hujan keberkahan itu.

Majelis ini menjadi semakin istimewa karena berada dalam naungan perjuangan Maulana Hamzanwadi II, penerus estafet perjuangan Pendiri Nahdlatul Wathan. Pendiri NW, Maulanasyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Al-Anfenani, merupakan ulama besar yang kiprahnya melampaui batas ruang dan zaman. Melalui ilmu, dakwah, pendidikan, dan organisasinya, beliau meninggalkan warisan perjuangan yang terus hidup hingga hari ini.

Estafet itu tidak berhenti ketika sang pendiri berpulang. Perjuangan terus bergerak melalui generasi penerus. Kini, majelis dakwah tersebut dilanjutkan oleh Maulana Dr. TGKH. Muhammad Zainuddin Atsani, M.Pd.I., yang hadir membawa semangat untuk menjaga, menguatkan, dan meneruskan nilai-nilai perjuangan NW. Maka menghadiri MDH2 bukan sekadar menghadiri sebuah acara, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar menjaga mata rantai perjuangan.

Hari ini terasa semakin spesial karena MDH2 dihadiri langsung oleh seorang ulama dari Kota Suci Makkah Al-Mukarramah, Dr. Syaikh Mustofa Buzayyan Attilimtsani. Kehadiran beliau menambah warna dan keluasan perspektif dalam majelis. Nasihat yang datang dari seorang ulama menjadi pengingat bahwa ilmu tidak mengenal batas geografis; ia berjalan dari satu hati ke hati yang lain, dari satu majelis ke majelis berikutnya.

Dalam tausyiahnya, Syaikh Mustofa mengingatkan tentang sesuatu yang sering kita miliki tetapi kerap kita lalaikan: waktu. Setiap waktu memiliki porsinya masing-masing. Seorang murid seyogianya mampu mengatur waktunya sejak membuka mata di pagi hari hingga kembali memejamkannya di malam hari. Bahkan hal-hal sederhana seperti membaca doa ketika bangun tidur adalah bagian dari cara seorang mukmin menghargai waktu sebagai nikmat dari Allah Swt.

Waktu, kata beliau, semestinya tidak hanya dilewati, tetapi dinikmati sebagai karunia Allah. Pergantian malam dan siang merupakan tanda kebesaran-Nya. Al-Qur'an mengingatkan kita tentang penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang sebagai tanda-tanda bagi orang yang mau menggunakan akalnya. Dari sana kita belajar bahwa hidup ini adalah perjalanan yang tersusun dari waktu demi waktu, dan setiap detiknya mempunyai nilai di hadapan Allah.

Nasihat beliau juga menghadirkan gambaran indah tentang kehidupan Rasulullah ﷺ. Dalam kesibukan sebagai pemimpin umat, beliau tetap menghadirkan keseimbangan dalam kehidupan; beribadah dengan penuh kekhusyukan, bermuamalah dengan manusia dengan penuh kasih sayang, bahkan memberikan ruang bagi kehidupan keluarga. Dalam salat Subuh pun Rasulullah ﷺ membaca ayat-ayat yang panjang. Semua itu mengajarkan bahwa kehidupan seorang mukmin harus ditata dengan keseimbangan: ada waktu untuk Allah, untuk keluarga, untuk menuntut ilmu, untuk berkhidmat, dan untuk kemaslahatan umat.

Sementara itu, Maulana Dr. TGKH. Muhammad Zainuddin Atsani, M.Pd.I. memberikan penguatan organisasi sekaligus menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan Dzikrol Hauliyah Perguruan Tinggi Ma'had Darul Qur'an wal Hadits (MDQH). Maka lengkaplah majelis ini: ada ilmu yang menyinari akal, nasihat yang menyentuh hati, dan penguatan perjuangan yang menggerakkan langkah. Sebuah majelis yang bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mengajak kita bercermin dan menyadari betapa banyak kekurangan diri yang harus terus diperbaiki.

Pada akhirnya, cinta kepada ulama tidak cukup hanya diucapkan. Cinta membutuhkan bukti berupa kehadiran, penghormatan, keteladanan, dan kesediaan mengikuti jalan perjuangan mereka. Jika benar-benar mencintai Maulanasyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Al-Anfenani dan penerus perjuangannya, Hamzanwadi II, maka semestinya ada kerinduan untuk selalu mendekat kepada majelisnya. Sebab dari majelis itulah kita belajar mencintai ilmu, mencintai akhirat, mencintai ulama, mencintai organisasi, dan mencintai negeri. Ya Rabb, hujanilah terus majelis-majelis para pecinta ulama dengan rahmat dan keberkahan-Mu. Alhamdulillah, hari ini kami kembali menjadi bagian dari majelis yang mengajarkan: ketika cinta kepada Maulana tumbuh di hati, langkah pun akan selalu mencari jalan menuju majelisnya.

Diary Rabiul Awwal (15)
(Rabu, 6 Rabiul Awwal 1448 H / 19 Agustus 2026)

13/09/2026

Diklat Laskar Gerindra, 12 September 2026

HIZIB NW UNTUK NUSANTARA DAN DUNIA 12/09/2026

https://youtu.be/iB3Y1qOfF4w?si=ccx-ZJiDTSNj8Ofe

HIZIB NW UNTUK NUSANTARA DAN DUNIA Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.

Want your public figure to be the top-listed Public Figure in Mataram?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Website

Address


Jalan Datu Lombok
Mataram
83363

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Semeton Syamsul Rijal posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Subscribe

We will notify you when anything happens in Mataram.