Esperoida
#kegiatan sehari hari bersama siswa di sekolah dan bersama anak anak di rumah
#konten masak masak
#konten jalan jalan
#konten makanan
28/09/2026
Bu...berfoto yukk,kata mereka 😄😄😄😄
Sepenggal cerita Bu guru hari Ini.
Lucu juga ternyata mereka 😄😄😄😄
Siang tadi, waktu istirahat dua orang siswi dengan malu malu mendatangi Bu guru 🥰
Siswa,"Bu, berfoto yuk..."
Bu Guru," emang fotonya mau dikirim ke mana nak",
Siswa," nggk ke mana mana Bu...,
Bu guru," terus kalau nggk ke mana ..mana, untuk apa kita berfoto? Jawab mereka...
😄😄😄," untuk dilihat lihat saja", katanya 😄
Orangnya saja yang dilihat lihat, kan tiap hari kita jumpa ", kata bu guru.
Akhirnya kamipun pasang style masing masing untuk berfoto dan saat atur gaya, beberapa siswa lari mendekat akhirnya inilah hasilnya.
Rasanya menjalin kedekatan seperti ini saja mereka sudah sangat senang. Bu guru maklum, mereka masih polos,masih kelas 7, baru beberapa bulan menjadi siswa putih biru.
Kalaupun kata mereka foto kami ini hanya untuk dilihat lihat,... Tapi untuk Bu guru dijadikanlah kenangan, kelak mereka sudah tamat dan sudah dewasa bisa kita tunjukkan kalau mereka pernah menjadi bagian dari perjalan tugas bu guru. Doa Bu guru selalu menyertaimu nak, jadilah anak yang sukses di kemudian hari.
Kegiatan Religi merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan di sekolah untuk menumbuhkan karakter keimanan Siswa/i baik yang muslim maupun yang Nasrani. Kegiatan ini rutin dilaksanakan satu kali seminggu. Walaupun kegiatan ini dilaksanakan dengan waktu yang singkat dan sederhana tetapi anak anak sudah menunjukkan perubahan sikap yang positif. Perubahan positif bisa diperoleh jika ada kemauan
28/09/2026
Dekati terlebih dahulu kemudian transfer ilmunya,simpelkan?Berbagi pengalaman🥰
Masih tersisa di memori saat duduk di bangku SMP 33 tahun yang lampau .Kala itu saya merasa bahwa jarak antara guru dan siswa agak jauh, berbeda sekali dengan yang saya lakukan saat ini 🥰
Dulu pembelajaran di kelas terasa kaku, bahkan ada beberapa guru yang sangat ditakuti sehingga ketika guru tersebut masuk kelas semua siswa diam,bahkan sampai muncul istilah " jatuh jarim kedengaran"
Pembelajaran di kelas semua berfokus kepada guru, kecuali jika guru tersebut memanggil siswa untuk menjawab barulah terdengar suara. Menurut saya jika dibandingkan dengan situasi saat Ini ada baik dan kurangnya.
Seiring berjalannya waktu, metode pembelajaran mulai divariasikan belajar dari pengalaman yang sudah dilalui. Saat Ini, sebelum mulai pembelajaran di awal semester guru terlebih dahulu mengadakan survei tentang gaya belajar siswa. Hal ini bertujuan agar guru dapat memilih metode pembelajaran yang tepat untuk masing masing gaya belajar yang dimiliki siswa.
Selain itu,... Guru juga harus mendekatkan diri kepada siswa agar terjalin hubungan yang baik saat mulai pembelajaran. Tapi perlu diingat, kedekatan juga harus punya batas kewajaran jangan sampai kebablasan sehingga mengurangi wibawa guru. Dekat dan tegas tapi bukan menakutkan 😄😄😄
Di awal masuk kelas saya mulai membuka percakapan, bukan hanya tentang pelajaran, tapi tentang cerita mereka—tentang mimpi, tentang hal sederhana yang membuat mereka tertawa. Hal ini saya lakukan untuk menarik perhatian mereka.Dari sana, suasana berubah. Mereka bukan lagi sekadar murid, tapi teman bercerita. Di sela diskusi, kami saling bertukar pikiran, saling menghargai pendapat, bahkan terkadang berbeda pandangan dengan cara yang menyenangkan. Saat itulah ada tawa. Candaan kecil yang mungkin sederhana, tapi cukup untuk mencairkan suasana, membuat mereka merasa dekat, merasa dihargai, dan merasa “punya tempat”.
Menjadi guru bukan hanya soal mengajar di depan kelas, tapi tentang hadir di tengah mereka, menjadi teman berdiskusi, teman berbagi cerita, bahkan teman bercanda. Karena dari kedekatan itulah, perhatian mereka tumbuh, semangat mereka muncul, dan proses belajar menjadi lebih bermakna.
Mendekati mereka bukan sekadar tugas… tapi sebuah pilihan untuk benar-benar memahami, dan pada akhirnya, menginspirasi. 🥰🥰🥰
27/09/2026
Ada waktu bekerja ada waktu bersosial dan ada waktu beristirahat 🥰
Setelah melewati hari yang panjang dengan segala pekerjaan dan tanggung jawab, ada momen kecil bersama keluarga yang terasa begitu berharga. Senyum yang terlukis di wajah ini bukan hanya tentang lelah yang terbayar, tapi tentang pilihan untuk berhenti sejenak… dan kembali menjadi diri sendiri di tengah keluarga.
Malam ini... dengan rasa syukur yang luar biasa dapat menyelesaikan tugas dan tanggungjawab di tengah keluarga, aku kembali berbagi cerita dengan buah hatiku sebelum beristirahat malam. Dengan tangan manjanya menunjukan betapa cintanya kepada orang tua seolah mengingatkan bahwa hidup bukan hanya soal target dan rutinitas. Ada waktu untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, ada waktu untuk bersosial dan hadir di tengah masyarakat, dan ada juga waktu untuk pulang ke keluarga mengisi kembali hati yang mulai lelah.
Malam ini sederhana tanpa kemewahan, tanpa hiruk pikuk. Hanya tawa kecil, kebersamaan, dan rasa syukur. Karena pada akhirnya, keseimbangan hidup bukan tentang seberapa sibuk kita, tapi tentang bagaimana kita tetap menyediakan ruang untuk orang-orang yang paling berarti. Selamat beristirahat malam kesangan, yukk santaikan hati dan pikiran agar esok bisa beraktivitas maksimal.
Bekerja itu penting
Bersosial itu perlu
Tapi beristirahat dan bersama keluarga… itu lebih penting.
27/09/2026
Pekerjaan itu memang penting tapi bersosial juga tidak kalah penting 🥰
Di tengah tengah kesibukan setiap hari yang tak pernah benar-benar berhenti, ada momen yang mengingatkan bahwa hidup bukan hanya tentang pekerjaan. Hari ini, kami pakai waktu untuk memenuhi panggilan adat, melayat ke rumah kerabat. Bukan sekadar hadir, tapi juga membawa empati, menguatkan, dan merawat hubungan yang telah lama terjalin.
Di bawah atap sederhana itu, kami duduk berdampingan,sejenak menanggalkan rutinitas,melupakan sejenak pekerjaan dan menyisihkan waktu dari tumpukan tugas yang menunggu. Percakapan ringan, senyum hangat, dan kebersamaan menjadi pengingat bahwa keseimbangan hidup itu nyata, jika kita mau memberi ruang.
Karena pada akhirnya, seberapa sibuk pun kita di dunia pekerjaan ada nilai yang tak boleh terlewatkan yaitu nilai sosial dan budaya hadir untuk sesama. Hari ini bukan hanya tentang duka yang dikunjungi, tapi juga tentang bagaimana kita tetap menjaga rasa, menghargai waktu, dan menyeimbangkan peran antara pekerjaan dan kehidupan sosial.
Demikian Cerita Hari bestiku 🥰
27/09/2026
"Awali dengan pembiasaan akhiri menjadi budaya"🥰🥰🥰
Awalnya memang susah tetapi seiring berjalannya waktu Bapak/Ibu guru selalu konsisten mendampingi anak anak untuk melaksanakan kebersihan.
Sebenarnya jadwal piket sudah dibuat, yang didampingi oleh masing masing ketua kelas lalu dilaporkan ke wali kelas tetapi ada saja siswa yang tidak melaksanakan piket tersebut. Belajar dari kejadian itu, pihak sekolah mengubah teknis pelaksanaannya. Sekarang piket kebersihan didampingi langsung oleh guru yang masuk di les terakhir dan dilaporkan ke kepala sekolah melalui WA grup disertai foto kelas yang sudah bersih. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh siswa menjadi terbiasa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Hari Ini di teras sekolah yang masih basah oleh sisa hujan pagi, langkah kecil itu tetap bergerak. Dengan gagang pel di tangan, seorang siswa menyapu genangan air yang tersisa—bukan karena disuruh, tapi karena sudah terbiasa.
Di belakangnya, teman-temannya berjalan, sebagian tersenyum, sebagian memperhatikan. Mungkin bagi orang lain ini hal sederhana. Namun di sinilah cerita besar itu dimulai—tentang bagaimana sekolah menanamkan nilai, bukan sekadar mengajarkan.
Hari demi hari, kebiasaan kecil ini terus diulang. Membersihkan, merapikan, peduli. Bukan hanya tentang lantai yang kering atau halaman yang bersih, tapi tentang hati yang dilatih untuk bertanggung jawab. Tentang karakter yang dibentuk perlahan, dengan konsistensi.
Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu, tetapi juga tempat tumbuhnya kepedulian dan disiplin. Karena sejatinya, karakter tidak dibangun dalam satu hari, melainkan dari kebiasaan baik yang dilakukan terus-menerus.
Semoga langkah sederhana ini menjadi awal dari kebiasaan besar—membentuk generasi yang peduli, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya. Yuk kita biasakan hidup Sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan.
Jangan tunggu sempurna untuk tampil.
Karena dunia tidak butuh yang sempurna,dunia butuh kamu yang berani menunjukkan siapa dirimu sebenarnya. Tetap semangat anak anak hebat,Asah terus bakatmu 🥰
"Kalahkan Malu Tampilkan bakatmu"
Walaupun masih kelihatan malu malu tapi mereka sudah mulai mau menampilkan bakat di atas panggung. Yuk anak anak hebat, tetap semangat 💪🥰
26/09/2026
Cerita di Akhir Pekan 🥰
Meskipun cuaca hari ini tidak seindah cuaca kemarin tetapi kita harus menciptakan suasana yang lebih baik dari hari biasanya.
Semalam hujan turun dengan derasnya yang menyebabkan jalanan banjir yang jelas akibatnya jalanan macetttt , mood holang seketika yang tinggal hanya rasa kesal...
Tetapi situasi ini bukan penghalang untuk tetap fokus melaksanakan tugas hari ini 🥰
Di sudut ruang sederhana ini , di tengah cuaca yang tak bersahabat, kucoba ciptakan suasana yang tetap menyala. Dengan seragam rapi dan senyum yang tak pernah pudar, hari dimulai bukan karena keadaan mendukung, tetapi karena tekad yang tak ingin tunduk. Hujan boleh turun, angin boleh berhembus dingin, namun langkah tetap maju, menguatkan hati untuk terus memberi arti.
Akhir pekan bukan alasan untuk berhenti, melainkan kesempatan untuk tetap berkarya dan menginspirasi. Dari meja sederhana ini, tersimpan cerita tentang dedikasi, bahwa semangat sejati tidak bergantung pada cerahnya langit, tetapi pada keyakinan dalam diri untuk terus melangkah.
Karena sejatinya, hari yang hebat dimulai dari hati yang kuat. Happy Weekend besti,semoga selalu bahagia 🥰
25/09/2026
🏡Bersih Itu Bukan Sekadar Hasil, tetapi Kebiasaan.
Siang Ini,kita kawal terus kegiatan kebersihan lingkungan sekolah. Satu kata untuk kita, "Konsisten"
Inilah bagian dari perjalanan sekolah dalam membangun budaya bersih. Bukan kegiatan yang dilakukan sekali lalu selesai, tetapi sebuah kebiasaan yang terus diulang dan dikawal.
Melalui kegiatan seperti ini, siswa tidak hanya belajar tentang kebersihan. Mereka sedang dilatih untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan, rasa memiliki terhadap sekolah, serta tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Namun, membangun kebiasaan baik tidak selalu bisa dilepas begitu saja. Guru tetap memiliki peran penting untuk mengawal, mengingatkan, memberi contoh, dan memastikan bahwa tanggung jawab benar-benar dilakukan dengan baik. Karena ketika pendampingan dilakukan secara konsisten, perlahan siswa belajar untuk melakukannya bukan karena diperintah, tetapi karena menyadari bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama.
✨ Sekolah yang bersih lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Guru mengawal, siswa bergerak, dan bersama-sama membangun budaya peduli. Karena kebersihan bukan sekadar keadaan yang ingin dicapai, tetapi karakter yang perlu terus dilatih.
Jangan pernah bosan memberikan yang terbaik,kelak kita akan menerima yang terbaik jugaa. Sudah berjalan hampir dua Minggu, semoga kelak rasa kepedulian anak anak tumbuh sehingga tanpa didampingi pun kegiatan ini sudah menjadi kebiasaan yang baik.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Address
Jalan Marelan V No 123 , SMP Negeri 32 Medan
Medan
20255
Alerts
Be the first to know and let us send you an email when Esperoida posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.