GBI Imamat Rajani Surabaya
GBI IMAMAT RAJANI, Jl. Kertajaya 86 surabaya
07/10/2026
Renungan Harian Kamis, 08 Oktober 2026
TIDAK FOKUS PERKARA ROHANI
Ayat Bacaan Hari ini: Kisah Para Rasul 20:7-12
Ayat Hafalan: "Karena Paulus amat lama berbicara, orang muda itu tidak dapat menahan kantuknya." Kisah 20:9b
Peristiwa tentang seorang pemuda bernama Euthikus yang mengantuk dan jatuh dari lantai tiga ini terjadi pada suatu Minggu malam, yaitu ketika rasul Paulus sedang memberikan khotbah perpisahannya di Troas, sebuah kota yang menjadi lalu lintas penghubung Asia dan Eropa. Sekarang ini lokasi kota itu berada di sekitar Istanbul. Meski kisah tentang Euthikus ini hanya ditulis dalam beberapa ayat saja di Alkitab, tapi nama pemuda ini dan apa yang dialaminya menjadi pembelajaran dan peringatan penting bagi orang percaya di sepanjang kehidupan manusia.
Karena rasul Paulus menyampaikan khotbahnya, pemuda yang bernama Euthikus ini mendengarkan sambil duduk di jendela. Ia pun tertidur lelap, kemudian jatuh dari jendela lantai 3 (Kisah 20:9). Ada beberapa kemungkinan yang membuat Euthikus tertidur: kelelahan karena sudah bekerja dari pagi sampai malam, atau merasa bosan mendengar khotbah yang terlalu lama, sebab Paulus berbicara sampai tengah malam. Diawali oleh rasa bosan, akhirnya tertidur. Berhati-hatilah! Banyak orang Kristen awalnya merasa bosan mendengar firman Tuhan lama-kelamaan malas baca Alkitab, malas beribadah, malas pelayanan, kemudian meninggalkan jam-jam ibadah, mundur dari pelayanan, dan akhirnya meninggalkan Tuhan. Dengan duduk di jendela, Euthikus bisa melihat keluar ruangan, pandangannya menjadi teralihkan dan tidak fokus lagi. Dengan duduk di jendela Euthikus tidak menghargai rasul Paulus yang sedang berbicara, karena posisi jendela pasti lebih tinggi dibandingkan dengan lantai.
Ini gambaran tentang orang yang hatinya bercabang: mengasihi Tuhan, tapi juga mengasihi dunia; tidak lagi fokus terhadap perkara-perkara rohani, karena pandangannya juga tertuju kepada hal-hal duniawi. Suatu keadaan yang suam-suam kuku! Firman Tuhan menegaskan, "...karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku." (Wahyu 3:16). Sebenarnya nama 'Euthikus' berarti beruntung, rejeki, tapi ia tak seberuntung arti namanya. Apa yang dialami oleh Euthikus ini menjadi pelajaran berharga bagi kita supaya kita fokus terhadap perkara rohani dan tidak menganggap remeh firman Tuhan.
Tidak fokus kepada perkara rohani sama artinya melakukan kompromi!
06/10/2026
Renungan Harian Rabu, 07 Oktober 2026
FOKUS PADA YESUS: DAMAI SEJAHTERA SEJATI MILIK KITA
Ayat Bacaan Hari ini: Yohanes 14:15-31
Ayat Hafalan: "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu." Yohanes 14:27
Ketika diperhadapkan dengan masalah, yang seringkali timbul di pikiran adalah hal-hal negatif (marah, kecewa, stres, mengasihani diri sendiri dan sebagainya). Hal itu membuat kita merasa lelah dan kehilangan damai sejahtera. Rasul Paulus menasihati "...saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." (Filipi 4:8). Kita akan mengalami damai sejahtera yang sejati ketika fokus kepada Yesus, maka kita dipenuhi dengan hal-hal yang positif (sesuai firman Tuhan).
Milikilah penyerahan diri penuh kepada Tuhan. Berserah kepada Tuhan berarti menempatkan kehendak Tuhan sebagai yang terutama, meminta petunjuk Tuhan jalan apa yang harus kita ambil di tengah pergumulan yang kita hadapi. Orang yang berserah kepada Tuhan melangkah dan bertindak sesuai kehendak Tuhan. Pada saat itulah Tuhan akan bertindak, menuntun kita kepada kemenangan dan memberikan damai sejahtera-Nya. "Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang." (Mazmur 37:5-6). Kita akan mengalami damai sejahtera yang sejati jika kita selalu mengarahkan pandangan kepada Tuhan dan janji firman-Nya. Seringkali kita kehilangan damai sejahtera karena kita terfokus kepada hal-hal yang tampak secara kasat mata, pikiran kita hanya tertuju kepada masalah. Celah itu dimanfaatkan Iblis untuk menanamkan benih-benih kekecewaan, ketidakpercayaan, keraguan, keputusasaan dan sebagainya. Iblis selalu berusaha mengalihkan arah pandang kita supaya pandangan kita tidak fokus ke depan, melainkan menoleh ke belakang dan mengingat-ingat masa lalu.
Belajarlah seperti rasul Paulus: "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal." (2 Korintus 4:18), dan tetap mengarahkan pandangan ke depan (Filipi 3:13-14).
"Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." Filipi 4:7
05/10/2026
Renungan Harian Selasa, 06 Oktober 2026
DI TENGAH GONCANGAN ARAHKAN PADANGAN KITA PADA YESUS
Ayat Bacaan Hari ini: Ibrani 12:25-29
Ayat Hafalan: "...karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepadaNya, dengan hormat dan takut," Ibrani12:28
Keadaan dunia saat ini sungguh tidak bertambah baik. Banyak sekali kejadian-kejadian yag mengejutkan, entah itu bencana, krisis atau fenomena alam yang menyimpan misteri. Goncangan terjadi di segala bidang kehidupan. Akibatnya banyak orang tergoncang karena keadaan yang tidak baik ini. Ketakutan, kekuatiran atau rasa putus asa menyerang pikiran semua orang. Hal ini tidak hanya dialami oleh orang-orang di luar Tuhan saja, tapi orang percaya (orang Kristen) pun tidak luput dari goncangan yang ada.
Sebagai anak-anak Tuhan janganlah kita terkejut bila mendengar berita atau melihat kejadian-kejadian yang menggoncangkan ini. Hal ini bukanlah berita baru sebab Alkitab sudah menyatakannya. Kita sebagai anak-anaknya tidak seharusnya menjadi takut dan putus asa, sebab ada jaminan pemeliharaan Tuhan bagi kita. Di dalam Yesus Kristus kita akan menerima Kerajaan yang tidak tergoncangkan. Untuk dapat tinggal di dalam area kerajaanNya yang tidak tergoncangkan ini kita harus mengarahkan pandangan kita hanya kepada Yesus. Jadi, "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, ...Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diriNya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa." (ayat 2-3). Mengapa orang Kristen mudah stres dan tergoncang ketika ada masalah? Karena fokus kita hanya tertumpu pada masalah dan situasi yang ada, bukan mengarahkan pandangan kepada Tuhan yang dahsyat.
Mari kita belajar mengaktifkan 'mata iman' supaya kita dapat melihat pekerjaanNya yang ajaib di tengah goncangan. Bila kita berjalan dengan 'mata iman', kita akan menyadari bahwa ada Roh Tuhan di dalam kita seperti tertulis: "...Alah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7). dan RohNya itu "...lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia." (1 Yohanes 4:4).
Dunia boleh saja bergoncang hebat. Asal kita tetap melekat kepada Tuhan dan mengandalkanNya dalam segala hal, maka kita berada di dalam kerajaanNya yang tidak tergoncangkan.
04/10/2026
Renungan Harian Senin, 05 Oktober 2026
TETAPLAH FOKUS, JANGAN GOYAH
Ayat Bacaan Hari ini: 1 Korintus 9:24-27
Ayat Hafalan: "Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul." 1 Korintus 9:26
Fokus! Fokus! Kata-kata ini seringkali diteriakkan oleh sang pelatih di pinggir lapangan ketika melihat atletnya sedang kehilangan konsentrasi saat bertanding. Jika seorang atlet bertanding dengan konsentrasi yang tinggi dan tetap fokus,
tak mudah bagi lawan untuk mengalahkannya. Sebaliknya, setinggi apa pun teknik yang diajarkan oleh pelatih, tapi jika si atlet tidak dapat berkonsentrasi atau tidak fokus dalam pertandingan, maka hasilnya pasti akan mengecewakan. Karena itu rasul Paulus berkata, "...aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya," (1 Korintus 9:26-27).
Fokus itu penting agar kita tidak keluar dari jalur. Berfokus berarti mata terarah pada tujuan atau sasaran. Perhatikan! Sinar matahari yang dipantulkan pada sebuah lensa pembesar dan kemudian diarahkan pada sebuah titik tertentu akan mampu membakar sampah atau jerami kering, bahkan dapat mengakibatkan suatu kebakaran yang sangat hebat. Itulah gambaran dari kekuatan suatu fokus! Begitu p**a dalam menjalani hidup kekristenan, kita harus fokus kepada Yesus untuk mencapai kedewasaan iman, sehingga kita menjadi serupa dengan Kristus dan mengerjakan panggilan-Nya. Inilah yang dilakukan rasul Paulus. "...aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." (Filipi 3:13-14).
Supaya tidak lagi berfokus kepada perkara-perkara rohani, berbagai cara dilakukan oleh Iblis untuk mengganggu dan menggoda orang percaya dengan menawarkan segala hal yang menyilaukan mata dan menyenangkan daging: uang, kekayaan, jabatan, pop**aritas, perselingkuhan, obat-obatan terlarang, seks bebas dan masih banyak lagi. Siang dan malam Iblis terus berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya (1 Petrus 5:8). Jika orang percaya sudah hilang konsentrasi dan tidak lagi fokus, maka Iblis akan dengan mudah untuk menjatuhkannya.
"Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." Matius 26:41
03/10/2026
Renungan Harian Minggu, 04 Oktober 2026
MENIKMATI KESETIAAN TUHAN
Ayat Bacaan Hari ini: 2 Timotius 2:8-13
Ayat Hafalan: "Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diriNya" 2 Timotius 2:13
Ayat di atas seringkali disalahartikan oleh banyak orang Kristen: "Enak ya menjadi orang Kristen. Kita bisa hidup seenaknya: berbuat dosa apa pun, malas baca firman, jarang ibadah dan tidak usah repot-repot terlibat dalam pelayan, toh jika kita tidak setia, Tuhan tetap setia." Ini namanya ngawur! Pernyataan tidak setia ini menunjuk kepada keberadaan kita sebagai manusia yang begitu mudah terpengaruh dan terguncang oleh situasi/keadaan, tidak stabil, mudah kecewa dan sebagainya sehingga kita cenderung gampang berubah menjadi tidak setia kepada Tuhan. Berbeda dengan Tuhan yang adalah setia sebab kesetiaannya adalah sifat Tuhan sendiri. Pemazmur berkata, Ya TUHAN, Allah semesta alam, siapakah seperti Engkau? Engkau kuat, ya TUHAN, dan kesetiaan-Mu ada di sekeliling-Mu. (Mazmur 89:9) sehingga "...segala sesuatu dikerjakanNya dengan kesetiaan." (Mazmur 33:4b).
Bagaimana agar kita senantiasa menikmati dan merasakan kesetiaan Tuhan?
Fokus kepada Yesus. Kepada Timotius, rasul Paulus berpesan agar ia senantiasa mengingat-ingat Yesus: “Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.” (2 Timotius 2:8). Pribadi Yesus harus menjadi fokus kehidupan kita. Namun sering kita membesar-besarkan masalah, mengingat-ingat kejelekan orang lain atau kekecewaaan terhadap seseorang, bukannya mengingat-ingat Pribadi Yesus dengan segala kebesaran, kuasa, karya-karyaNya dan juga pengorbananNya. Akibatnya bertemu dengan sedikit ujian/tantangan saja kita langsung lemah, mengeluh, bersungut-sungut dan berubah tidak setia.
"Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak tercela." Mazmur 18:26
02/10/2026
Renungan Harian Sabtu, 03 Oktober 2026
JANGAN LAGI MENOLEH KE BELAKANG
Ayat Bacaan Hari ini: Roma 6:1-14
Ayat Hafalan: "Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa." Roma 6:6
Tuhan ingin kita benar-benar meninggalkan cara hidup kita yang lama dan hidup dalam pertobatan. Bertobat artinya hidup kita berubah 180 derajat. Jika selama ini kita masih melakukan perbuatan dosa secara sembunyi-sembunyi berarti kita belum bertobat. Alkitab menasihatkan, "Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu." (2 Korintus 6:17).
Mari kita belajar dari kehidupan Paulus: "...aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." (Filipi 3:13-14). Paulus tidak mau menoleh ke belakang hidup lama. Masa lalu telah dikubur dalam-dalam, bahkan ia pun berkata, "...yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah,..." (Filipi 3:7-8).
Mengapa kita harus melupakan apa yang ada di belakang kita dan tidak boleh menoleh ke belakang? Setelah percaya kepada Yesus dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat status kita pun berubah: kita adalah ciptaan baru, maka sudah selayaknya kita hidup dalam kehidupan yang baru harus berfokus kepada Kristus. Kita harus hidup seturut dan selaras dengan kehendak Tuhan di dalam firmanNya. Kehidupan baru inilah yang sekarang harus menjadi fokus dan perhatian kita. Bagaimana kita setiap hari harus menyenangkan hati Tuhan dan bukannya melakukan perbuatan-perbuatan dosa lagi. Tidak menoleh ke belakang juga berarti tidak boleh mengingat-ingat dosa kita lagi, karena bisa saja Iblis menggunakan ingatan itu untuk menjatuhkan dan mengintimidasi kita agar kembali kepada dosa.
Jika kita berani mengambil komitmen untuk mengikut Yesus, apa pun resikonya harus kita pikul tanpa menoleh ke belakang dan tanpa mengingat-ingat apa yang dulu pernah kita lakukan.
02/10/2026
Shalom Jemaat Imra dan Bpk/Ibu Saudara yang dikasihi oleh Tuhan...
Mari bersama mengikuti Ibadah GBI IMRA Pada:
Minggu, 04 Oktober 2026
Di Main Hall Imamat Rajani. Lt 2
Jl. Raya Kertajaya 86 Surabaya
Yang akan diadakan 2 kali:
Ibadah l: Pukul 09.30
Ibadah II: Pukul 17.00
Kedua ibadah akan disertai PERJAMUAN KUDUS yang akan dilayani oleh Bpk. Pdt. James Ong
Selamat beribadah.
Tuhan Yesus memberkati kita semua. Aminn
01/10/2026
Renungan Harian Jumat, 02 Oktober 2026
MATA HATI TERTUJU KEPADA YESUS
Ayat Bacaan Hari ini: Mazmur 116:1-19
Ayat Hafalan: "Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu." Mazmur 116:7
Untuk membuktikan bahwa sosok yang berjalan di atas air itu Yesus, Petrus berseru kepadaNya, "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air. Kata Yesus: 'Datanglah!' Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus." (Matius 14:28-29). Sayang, saat merasakan angin yang kencang Petrus takut dan mulai tenggelam, lalu berteriak, "Tuhan, tolonglah aku!" (Matius 14:30).
Ketika menghadapi persoalan hidup yang berat seringkali kita bersikap seperti murid-murid Yesus. Reaksi pertama kita adalah takut, kuatir dan bimbang, padahal kita tahu bahwa Tuhan sanggup menolong dan memberi jalan ke luar untuk setiap persoalan kita, tapi kita tetap saja terpengaruh situasi yang ada. Akhirnya mata hati kita tidak lagi tertuju kepada Tuhan melainkan makin tenggelam dan larut dalam masalah, sehingga kita tidak lagi menyadari kehadiran Tuhan. Kita berpikir bahwa Tuhan begitu jauh meninggalkan kita, padahal Ia sangat dekat, hanya sejauh doa kita. "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." (Roma 10:8). Seruan dan permohonan Petrus saat tenggelam benar-benar lahir dari pengakuan imannya kepada Yesus. Petrus sadar bahwa di luar Tuhan ia tidak bisa berbuat apa-apa, kekuatannya sangat terbatas. Satu-satunya Pribadi yang sanggup menolongnya hanyalah Tuhan Yesus.
Di segala keadaan, bukan hanya saat-saat sukar dan bermasalah, seharusnya mata hati kita terus tertuju kepada Tuhan dan firmanNya. Jangan sampai situasi di sekitar kita membelokkan iman dan pengharapan kita kepada Tuhan. Ketika kita mulai terpengaruh, rasa takut dan bimbang menguasai hati dan pikiran kita sehingga iman dan firman yang ada di dalam diri kita tidak dapat berfungsi secara efektif. Sebaliknya ketika mata rohani kita tetap fokus dan kita bergantung penuh kepada Yesus kita akan dimampukan untuk terus berjalan di atas 'air', melewati angin dan badai kehidupan. Karena itu bangunlah kekariban denganNya dan renungkan firmanNya setiap hari supaya iman kita makin kuat.
Jangan pernah merasa sendiri dalam menjalani hidup ini, ada Tuhan yang selalu menyertai kita; dengan suaraNya yang lembut Ia selalu mengingatkan, "Aku ini, jangan takut!"
30/09/2026
Renungan Harian Kamis, 01 Oktober 2026
FOKUS KEPADA KRISTUS!
Ayat Bacaan Hari ini: Filipi 2:1-30
Ayat Hafalan: "Sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah." Filipi 2:16
Shalom jemaat IMRA terkasih. Oleh kasih dan kemurahan Tuhan, hari ini kita masuk di hari pertama dalam bulan yang baru di bulan Oktober 2026. Sepanjang bulan Oktober ini kita akan belajar tentang “Fokus Kepada Yesus”. Mari bersama memusatkan perhatian kita kepada Tuhan di sepanjang bulan ini, agar pemulihan dari Tuhan itu terjadi dalam hidup kita.
Yakobus dalam suratnya berkata, "Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut." (Yakobus 1:14-15). Segala keinginan dan hawa nafsu bila sudah dibuahi akan menghasilkan dosa, dan bila dosa itu tidak segera kita bereskan di hadapan Tuhan akan membuat kita makin jauh dari Tuhan, artinya kita akan terlempar dari kompetisi iman. Alkitab menyatakan, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9), bahkan "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." (Yesaya 1:18). Jika ada dosa segeralah datang kepada Tuhan dan mohon pengampunan kepadaNya dengan sungguh, Dia pasti akan mengampuni dosa kita.
Kita harus memusatkan perhatian kepada Kristus. "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus," (Ibrani 12:2). Artinya, fokus 'mata' kita hanya tertuju kepada Tuhan Yesus. Dalam Ibrani 12:14 disampaikan bahwa "...tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan." Jadi hanya orang-orang yang hidup dalam kekudusan yang dapat melihat Tuhan. "Melihat Tuhan" di sini mungkin tidak harus kasat mata, tetapi 'mata iman' kita terarah kepadaNya yaitu kepada salib Kristus. Dengan memandang salib kristus kita tidak hanya diingatkan akan penderitaan dan pengorbanan Tuhan Yesus, tapi juga kemuliaanNya. Rasul Paulus mengingatkan kita, "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama," (Filipi 2:8-9).
Dalam perlombaan iman kita diperhadapkan dengan ujian dan penderitaan. Namun kita tidak boleh menjadi lemah atau putus asa (baca Ibrani 12:3). Kita harus tetap kuat dan fokus kepada Kristus, sebab penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita (baca Roma 8:18).
29/09/2026
Renungan Harian Rabu, 30 September 2026
BERDOA DAN MERENDAHKAN DIRI
Ayat Bacaan Hari ini: 2 Tawarikh 7:11-22
Ayat Hafalan: "dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka." 2 Tawarikh 7:14
Hidup seseorang dan masa depannya tidak tergantung dari apa yang orang lain katakan, tetapi sepenuhnya ada dalam kuasa Tuhan dan firman-Nya. Karena itu jangan sekalipun terpengaruh oleh omongan orang lain yang cenderung melemahkan. Jangan p**a terintimidasi oleh hasutan Iblis yang selalu mengungkit-ungkit masa lalu, kelemahan dan kegagalan kita. Tetapi arahkan mata rohani kita kepada Tuhan, karena Ia memiliki "...rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." (Yeremia 29:11).
Mindset inilah yang membangkitkan iman Yabes dan mendorongnya untuk berdoa dan berseru-seru kepada Tuhan, karena tidak ada yang tak mungkin saat orang benar berdoa dan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Inilah janji Tuhan! "Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati," (Yeremia 29:12-13). Yabes pun berdoa kepada Tuhan, "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" Dan Allah mengabulkan permintaannya itu." (1 Tawarikh 4:10).
Inilah pokok doa Yabes kepada Tuhan: berkat yang melimpah, daerah yang diperluas, penyertaan dan perlindungan Tuhan. Meski tampak singkat dan sederhana, doa Yabes mengandung isi yang luar biasa! Saat dalam tekanan yang berat Yabes bisa saja frustasi atau mencari jalan pintas dengan meminta pertolongan kepada dukun untuk diramal supaya terbebas dari kesialan, tapi hal itu tidak dilakukan oleh Yabes. Ia lari kepada Tuhan dan berharap penuh kepada-Nya, karena percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, Dialah Jehovah Jireh, yang sanggup menyediakan segala kebutuhannya. "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." (Filipi 4:19).
Hanya Tuhan yang sanggup menolong dan memberi kita kelegaan.
Renungan hari ini tentang “Berharap di dalam Doa” menutup pembelajaran kita di sepanjang bulan September 2026. Sampai bertemu di bulan Oktober jemaat IMRA yang dicintai Tuhan, doa kami agar kita semua mengalami kemenangan dan kehidupan kita menjadi berkat bagi banyak orang.
Tuhan Yesus memberkati.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Category
Contact the place of worship
Telephone
Address
Jalan Kertajaya 86
Surabaya
Alerts
Be the first to know and let us send you an email when GBI Imamat Rajani Surabaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.