IFGF Solo

IFGF Solo

Share

Connect with God and make disciples

05/10/2026

Tuhan Melihat Apa yang Ada di Dalam Hati

Selasa, 6 Oktober 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Zakharia 7-10

Zakharia 8:17 (TB)
“Janganlah merancang kejahatan dalam hatimu seorang terhadap yang lain dan janganlah mencintai sumpah palsu. Sebab semuanya itu Kubenci, demikianlah firman TUHAN.”

Tuhan tidak hanya memperhatikan apa yang kita lakukan di luar, tetapi juga apa yang kita rencanakan dan simpan di dalam hati. Seseorang mungkin terlihat baik di hadapan manusia, tetapi Tuhan mengetahui motivasi, pikiran, dan niat yang tersembunyi.

1. Jangan menyimpan niat buruk

Kejahatan sering kali dimulai dari hati sebelum menjadi tindakan. Rasa kecewa, iri, marah, atau sakit hati yang terus dipelihara dapat berubah menjadi keinginan untuk membalas.

Tuhan mengingatkan kita untuk tidak merancang kejahatan terhadap orang lain. Serahkan luka dan ketidakadilan kepada Tuhan, sebab Dia adalah Hakim yang adil.

2. Jaga hati dari kebencian

Apa yang terus kita simpan dalam hati pada akhirnya akan memengaruhi perkataan dan tindakan kita. Karena itu, jangan biarkan kebencian mendapat tempat terlalu lama.

Belajarlah mengampuni, bukan karena orang lain selalu layak mendapat pengampunan, tetapi karena Tuhan telah lebih dahulu mengampuni kita.

3. Jangan mencintai kebohongan

Tuhan juga membenci sumpah palsu—segala bentuk kebohongan, kepalsuan, dan perkataan yang sengaja digunakan untuk menipu orang lain.

Sebagai anak Tuhan, perkataan kita seharusnya dapat dipercaya. Kejujuran mungkin tidak selalu membuat kita terlihat unggul, tetapi kejujuran membuat hati kita berkenan kepada Tuhan.

4. Bangun kehidupan yang berkenan kepada Tuhan

Tuhan ingin umat-Nya hidup dalam kebenaran, kasih, dan ketulusan. Jangan hanya menjaga penampilan di hadapan manusia; jagalah juga kondisi hati ketika tidak ada seorang pun yang melihat.

Hati yang bersih akan menghasilkan kehidupan yang benar.

Doa:
“Tuhan, periksa dan sucikan hatiku. Jauhkan aku dari niat buruk, kebencian, kepalsuan, dan keinginan untuk membalas orang lain. Ajarku untuk mengampuni, berkata benar, dan hidup dengan hati yang tulus di hadapan-Mu. Biarlah perkataan dan perbuatanku menyenangkan hati-Mu. Dalam nama Yesus. Amin.”

Renungkan

Apa yang sedang kamu simpan di dalam hati yang sebenarnya perlu kamu serahkan kepada Tuhan hari ini?

Jika renungan ini memberkati Anda, bagikan kepada seseorang yang membutuhkan penguatan hari ini.
Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)

04/10/2026

Tuhan Menggerakkan Banyak Orang untuk Menggenapi Rencana-Nya

Senin, 5 Oktober 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Zakharia 4-6

Zakharia 6:15 (TB)
"Orang-orang dari jauh akan datang untuk turut membangun bait TUHAN; maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu. Dan hal ini akan terjadi, apabila kamu dengan baik-baik mendengarkan suara TUHAN Allahmu."

Ada kalanya Tuhan memberikan sebuah visi yang terasa terlalu besar untuk kita kerjakan sendiri. Kita mungkin bertanya, “Siapa yang akan menolong? Bagaimana semuanya bisa terjadi?” Tetapi Zakharia 6:15 mengingatkan bahwa ketika Tuhan memiliki sebuah pekerjaan, Dia juga sanggup menggerakkan orang-orang yang diperlukan untuk menggenapinya.

1. Tuhan dapat memakai orang yang tidak kita duga.

Orang-orang dari jauh datang untuk turut membangun Bait Tuhan. Ini menunjukkan bahwa pertolongan Tuhan tidak selalu datang dari orang-orang yang sudah kita kenal. Tuhan dapat menggerakkan siapa saja, bahkan dari tempat yang tidak pernah kita pikirkan.

2. Jangan takut ketika tugas terasa terlalu besar.

Apa yang Tuhan percayakan kepada kita mungkin tampak melebihi kemampuan kita. Namun kita tidak dipanggil untuk mengerjakan semuanya dengan kekuatan sendiri. Kita dipanggil untuk taat dan mengambil bagian, sementara Tuhan bekerja membuka jalan.

3. Ketaatan membuka jalan bagi penggenapan rencana Tuhan.

Ayat ini memberikan sebuah kunci: “apabila kamu dengan baik-baik mendengarkan suara TUHAN Allahmu.”
Mendengarkan Tuhan bukan sekadar mengetahui firman-Nya, tetapi bersedia melakukan apa yang Dia kehendaki.

4. Tuhan bekerja melalui kebersamaan.

Membangun Bait Tuhan bukan pekerjaan satu orang. Ada banyak orang yang dipakai untuk mengambil bagian. Demikian juga dalam kehidupan dan pelayanan kita. Jangan merasa bahwa hanya diri kita yang harus mengerjakan semuanya. Tuhan menyediakan orang-orang yang dapat berjalan bersama dan saling melengkapi.

5. Hasil akhirnya membuat kita semakin mengenal Tuhan.

Ketika sesuatu yang sebelumnya tampak mustahil akhirnya terjadi, kita menyadari bahwa tangan Tuhanlah yang bekerja. Pertolongan manusia menjadi sarana, tetapi Tuhan tetaplah sumbernya.

Renungan hari ini:
Jika Tuhan sedang memberikan sesuatu untuk kita bangun—keluarga, pelayanan, pekerjaan, karakter, atau sebuah panggilan—jangan hanya melihat keterbatasan yang ada di depan mata. Tetaplah mendengar suara Tuhan dan melangkah dalam ketaatan.

Apa yang tidak mampu kita lakukan sendirian, Tuhan sanggup kerjakan melalui orang-orang yang Dia gerakkan.

Doa:

Tuhan, ajar kami untuk percaya kepada rencana-Mu. Ketika tugas yang Engkau percayakan terasa terlalu besar, tolong kami untuk tidak takut. Berikan kami kepekaan untuk mendengar suara-Mu dan kerendahan hati untuk bekerja bersama orang-orang yang Engkau kirimkan. Biarlah hidup kami menjadi bagian dari pekerjaan-Mu dan nama-Mu dipermuliakan. Dalam nama Yesus. Amin.

Jangan menyerah hanya karena kamu merasa sendirian. Tetap dengarkan Tuhan, tetap taat, dan percaya bahwa Dia sanggup menggerakkan orang yang tepat untuk menolong menggenapi rencana-Nya. Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)

03/10/2026

Tuhan Kembali dengan Kasih Sayang

Minggu, 4 Oktober 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Zakharia 1-3

Zakharia 1:16 (TB)
“Sebab itu, beginilah firman TUHAN, Aku kembali lagi kepada Yerusalem dengan kasih sayang. Rumah-Ku akan didirikan p**a di sana, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan tali pengukur akan direntangkan lagi di atas Yerusalem.”

Ayat ini disampaikan kepada bangsa Israel setelah mereka mengalami masa kehancuran dan pembuangan. Yerusalem pernah hancur, tetapi Tuhan tidak meninggalkan mereka. Tuhan menyatakan bahwa Ia kembali dengan kasih sayang, rumah-Nya akan didirikan kembali, dan Yerusalem akan kembali ditata.

Ada pengharapan besar di balik ayat ini: kehancuran bukan berarti akhir dari cerita hidup kita.

1. Tuhan masih memiliki kasih sayang

Mungkin ada masa ketika kita merasa Tuhan jauh karena keadaan tidak berubah seperti yang kita harapkan. Namun kasih Tuhan tidak pernah berhenti.

Tuhan berkata, “Aku kembali lagi kepada Yerusalem dengan kasih sayang.”
Ketika kita merasa telah terlalu jauh, ingatlah bahwa hati Tuhan tetap terbuka untuk memulihkan.

2. Tuhan sanggup membangun kembali yang telah runtuh

“Rumah-Ku akan didirikan p**a di sana.”

Apa yang pernah hancur dapat Tuhan bangun kembali. Hubungan yang rusak, semangat yang hilang, pelayanan yang melemah, bahkan harapan yang hampir mati—semuanya ada di dalam jangkauan pemulihan Tuhan.

Jangan menganggap sesuatu sudah berakhir hanya karena saat ini terlihat berantakan. Tuhan adalah Allah yang membangun kembali.

3. Tuhan sedang menata kembali kehidupan kita

Tali pengukur berbicara tentang pengukuran dan penataan kembali Yerusalem.

Kadang Tuhan tidak hanya ingin memulihkan keadaan kita, tetapi juga menata hidup kita kembali sesuai kehendak-Nya.

Ada hal yang perlu diperbaiki, ada prioritas yang perlu diubah, ada langkah yang perlu diluruskan. Proses penataan mungkin tidak selalu nyaman, tetapi tujuannya adalah agar hidup kita kembali berada dalam rancangan Tuhan.

4. Masa lalu tidak menentukan masa depan

Yerusalem pernah mengalami kehancuran, tetapi Tuhan memberikan masa depan yang baru.

Demikian juga dengan kita. Kegagalan, kehilangan, kesalahan, atau masa sulit yang pernah kita alami tidak berhak menentukan seluruh masa depan kita.

Ketika Tuhan hadir, selalu ada kemungkinan untuk memulai kembali.

Penutup

Jika hari ini hidupmu sedang berada dalam proses pemulihan, jangan kehilangan harapan. Tuhan masih mengasihi, Tuhan masih bekerja, dan Tuhan masih sanggup membangun kembali apa yang telah runtuh.

Apa yang terlihat seperti reruntuhan di tangan manusia, dapat menjadi awal pembangunan baru di tangan Tuhan.

Doa

“Tuhan, terima kasih karena kasih-Mu tidak pernah meninggalkan kami. Ketika ada bagian hidup kami yang runtuh, berikan kami iman untuk percaya bahwa Engkau sanggup membangunnya kembali. Tata kembali hidup kami sesuai kehendak-Mu dan biarlah kehadiran-Mu menjadi pusat dari segala sesuatu. Dalam nama Yesus. Amin.”

Jangan menyerah hanya karena hidupmu sedang berada dalam proses. Tuhan belum selesai membangun hidupmu. Selamat hari Minggu, selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. (PBW)

02/10/2026

Goncangan yang Mendatangkan Kemuliaan

Sabtu, 3 Oktober 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Hagai 1-2

Hagai 2:7 (TB)
"Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam."

Ada masa ketika Tuhan mengizinkan kita mengalami goncangan. Keadaan berubah, rencana tidak berjalan seperti yang kita harapkan, bahkan sesuatu yang selama ini kita andalkan seolah-olah digeser.

Namun Hagai 2:7 mengingatkan bahwa goncangan tidak selalu berarti kehancuran. Dalam tangan Tuhan, goncangan dapat menjadi bagian dari proses mempersiapkan sesuatu yang lebih besar.

1. Goncangan dapat membuka jalan bagi sesuatu yang baru

Apa yang terlihat seperti kekacauan bagi kita, bisa menjadi bagian dari pekerjaan Tuhan. Tuhan sanggup menggoncangkan keadaan yang tidak lagi sesuai dengan kehendak-Nya untuk membuka jalan bagi rencana-Nya.

Jangan buru-buru menyimpulkan bahwa semuanya sedang berakhir. Bisa jadi Tuhan sedang mempersiapkan awal yang baru.

2. Jangan kehilangan iman ketika keadaan berubah

Bangsa Israel melihat keadaan yang tidak mudah ketika mereka membangun kembali rumah Tuhan. Tetapi Tuhan memberikan janji bahwa Dia sendiri akan bertindak.

Ketika keadaan berubah, jangan biarkan iman kita ikut berubah. Pegang Tuhan, bukan keadaan.

3. Tuhan sanggup membawa “yang indah-indah” ke dalam hidup kita

Tuhan berkata bahwa barang yang indah-indah akan datang mengalir dan Rumah-Nya akan dipenuhi kemegahan.

Ini mengingatkan kita bahwa sumber pertolongan dan pemulihan kita bukan hanya kemampuan manusia. Tuhan dapat menggerakkan keadaan dan orang-orang untuk menggenapi tujuan-Nya.

4. Kemuliaan terakhir ada di tangan Tuhan

Apa yang kita bangun mungkin terlihat kecil dan sederhana sekarang. Tetapi Tuhan melihat apa yang akan terjadi di kemudian hari.

Jangan meremehkan proses hanya karena hasilnya belum terlihat. Apa yang sedang Tuhan kerjakan mungkin belum selesai.

Renungan hari ini

Jika saat ini hidupmu sedang mengalami goncangan, jangan langsung takut. Berdoalah dan tetap percaya.

Goncangan bukan berarti Tuhan meninggalkanmu. Bisa jadi Tuhan sedang menggoncangkan sesuatu untuk mempersiapkan sesuatu yang lebih indah bagi tujuan-Nya.

Tetaplah setia. Tetaplah membangun. Tetaplah berharap. Tuhan semesta alam masih memegang kendali.

Doa

Tuhan, ketika hidupku mengalami goncangan, mampukan aku untuk tetap percaya kepada-Mu. Jangan biarkan aku takut terhadap perubahan, tetapi ajar aku melihat bahwa Engkau tetap bekerja. Pakailah setiap proses untuk membawa aku semakin dekat kepada-Mu dan menggenapi rencana-Mu dalam hidupku. Amin.

01/10/2026

Tuhan Memulihkan Mereka yang Terluka dan Tersisih

Jumat, 2 Oktober 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Zefanya 1-3

Zefanya 3:19 (TB)
“Sesungguhnya pada waktu itu Aku akan bertindak terhadap segala penindasmu, tetapi Aku akan menyelamatkan yang pincang, mengumpulkan yang terpencar dan akan membuat mereka yang mendapat malu menjadi kepujian dan kenamaan di seluruh bumi.”

Ada masa ketika kita merasa hidup tidak berjalan seperti yang diharapkan. Kita mungkin pernah terluka, dipandang rendah, tersisih, atau merasa tertinggal dibandingkan orang lain. Namun ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah melupakan orang yang sedang berada dalam keadaan sulit.

1. Tuhan melihat ketika kita diperlakukan tidak adil.

Tuhan berkata, “Aku akan bertindak terhadap segala penindasmu.”
Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan melihat setiap ketidakadilan yang kita alami. Kita tidak harus membalas dengan cara yang salah. Serahkan pembelaan kepada Tuhan dan tetaplah hidup dalam kebenaran.

2. Tuhan menyelamatkan yang merasa lemah

Tuhan berkata, “Aku akan menyelamatkan yang pincang.”
Orang yang pincang menggambarkan mereka yang terluka, lemah, dan tidak mampu berjalan dengan kekuatan sendiri. Tuhan tidak menuntut kita harus kuat terlebih dahulu sebelum datang kepada-Nya. Justru dalam kelemahan, kita dapat mengalami pertolongan-Nya.

3. Tuhan mengumpulkan kembali yang tercerai-berai

Ada kalanya hati, keluarga, hubungan, bahkan harapan kita terasa berantakan. Tetapi Tuhan berkata, “Aku akan mengumpulkan yang terpencar.”
Apa yang bagi manusia terlihat sudah terlalu jauh atau terlalu rusak, masih berada dalam jangkauan tangan Tuhan.

4. Tuhan dapat mengubah rasa malu menjadi kehormatan

Bagian yang indah dari ayat ini adalah: “mereka yang mendapat malu menjadi kepujian dan kenamaan.”
Tuhan sanggup mengubah cerita hidup seseorang. Air mata tidak selamanya menjadi akhir cerita. Kegagalan bukan berarti masa depan selesai. Pengalaman pahit dapat Tuhan gunakan menjadi kesaksian tentang kasih dan pemulihan-Nya.

5. Jangan menyerah pada keadaan hari ini

Apa yang sedang kita alami hari ini bukanlah keseluruhan cerita hidup kita. Tetaplah percaya dan berjalan bersama Tuhan. Dia sanggup memulihkan yang terluka, mengumpulkan yang tercerai-berai, dan mengangkat kembali mereka yang pernah direndahkan.

Doa:
Tuhan, ketika aku merasa lemah, terluka, tersisih, dan kehilangan harapan, tolong aku untuk tetap percaya kepada-Mu. Pulihkan apa yang rusak, kumpulkan kembali apa yang tercerai-berai, dan ubahlah setiap air mata menjadi kesaksian tentang kebaikan-Mu. Aku percaya Engkau belum selesai dengan hidupku. Amin.

Jika hari ini kamu sedang merasa lemah atau tersisih, jangan menyerah. Percayalah, Tuhan melihatmu dan Dia sanggup memulihkan hidupmu.
Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)

30/09/2026

Ketika Keadilan Seakan Terbalik

Kamis, 1 Oktober 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Habakuk 1-3

"Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik."
Habakuk 1:4 (TB)

Ada masa ketika kita melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Orang yang jujur justru dirugikan, orang yang melakukan kebaikan malah disalahpahami, sementara mereka yang berbuat salah seolah-olah mendapatkan keuntungan.

Habakuk juga melihat keadaan seperti itu. Ia bertanya kepada Tuhan karena ketidakadilan seakan-akan dibiarkan. Namun pertanyaan Habakuk mengajarkan bahwa membawa kebingungan dan pergumulan kita kepada Tuhan bukanlah tanda kurang iman.

1. Tuhan tidak menutup mata terhadap ketidakadilan

Ketika manusia melihat keadaan yang kacau, Tuhan tetap melihat semuanya dengan sempurna. Tidak ada ketidakadilan yang luput dari perhatian-Nya.

Mungkin hari ini kita belum melihat jawabannya, tetapi itu bukan berarti Tuhan tidak bekerja.

Jangan ukur kepedulian Tuhan hanya dari apa yang sedang terlihat.

2. Jangan biarkan ketidakadilan mengubah hatimu

Ketika diperlakukan tidak adil, kita mudah menjadi pahit, marah, atau tergoda membalas dengan cara yang sama.

Tetapi Tuhan memanggil kita untuk tetap hidup dalam kebenaran. Kesalahan orang lain tidak boleh menentukan karakter kita.

Tetaplah jujur ketika orang lain tidak jujur.
Tetaplah mengasihi ketika orang lain menyakiti.
Tetaplah benar meskipun kebenaran itu terasa berat.

3. Bawalah pertanyaanmu kepada Tuhan

Habakuk tidak menyimpan pergumulannya sendirian. Ia datang kepada Tuhan dan berbicara dengan jujur.

Demikian juga kita. Saat tidak memahami keadaan, kita boleh berkata:

"Tuhan, aku tidak mengerti mengapa ini terjadi. Tetapi aku memilih tetap percaya kepada-Mu."

Iman bukan berarti selalu memahami jalan Tuhan. Iman berarti tetap mempercayai Tuhan ketika kita belum memahami jalan-Nya.

4. Tuhan tetap memegang kendali

Habakuk kemudian belajar bahwa Tuhan sedang bekerja, meskipun cara dan waktunya tidak sesuai dengan pengertiannya.

Ada hal-hal yang hari ini terlihat seperti kekacauan, tetapi Tuhan belum selesai mengerjakannya.

Apa yang terlihat terbalik di mata manusia tidak berarti Tuhan kehilangan kendali.

🙏 Renungan Hari Ini

Jika hari ini kamu sedang menghadapi ketidakadilan, jangan menyerah dan jangan biarkan kepahitan menguasai hatimu.

Serahkan pembelaanmu kepada Tuhan. Tetaplah berjalan dalam kebenaran. Tetaplah melakukan yang benar meskipun tidak selalu langsung dihargai.

Tuhan melihat. Tuhan mengetahui. Dan Tuhan tidak pernah kehilangan kendali.

Doa:
Tuhan, ketika aku melihat ketidakadilan dan tidak memahami apa yang sedang terjadi, mampukan aku untuk tetap percaya kepada-Mu. Jagalah hatiku dari kepahitan dan keinginan membalas. Tolong aku tetap hidup dalam kebenaran dan menyerahkan segala sesuatu ke dalam tangan-Mu. Amin.

Jangan biarkan ketidakadilan membuatmu berhenti menjadi pribadi yang benar. Tetap percaya, tetap lakukan yang benar, dan serahkan hasil akhirnya kepada Tuhan. Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)

29/09/2026

Tuhan Memulihkan Apa yang Telah Rusak

Rabu, 30 September 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Nahum 1-3

Nahum 2:2 (TB)
“Sungguh, TUHAN memulihkan kebanggaan Yakub, seperti kebanggaan Israel; sebab perusak telah merusakkannya dan telah membinasakan carang-carangnya.”

Ada masa ketika sesuatu yang kita banggakan terasa hancur. Harapan yang pernah besar menjadi kecil, semangat yang pernah menyala mulai padam, bahkan keadaan membuat kita merasa seolah-olah tidak ada lagi yang bisa dibanggakan.

Namun ayat ini mengingatkan kita bahwa kerusakan bukanlah akhir dari cerita ketika Tuhan turun tangan. Tuhan sanggup memulihkan apa yang telah dirusakkan.

1. Tuhan melihat apa yang telah hilang.

Mungkin manusia hanya melihat keadaan kita hari ini, tetapi Tuhan mengetahui apa yang pernah kita miliki, apa yang telah kita lalui, dan apa yang telah dirusakkan. Tidak ada air mata dan perjuangan yang luput dari perhatian-Nya.

2. Tuhan sanggup memulihkan kehormatan yang pernah runtuh.

Pemulihan Tuhan bukan sekadar membuat keadaan menjadi lebih baik. Tuhan juga mampu mengembalikan sukacita, keberanian, pengharapan, dan keyakinan yang pernah hilang.

3. Jangan menjadikan masa lalu sebagai kesimp**an hidupmu.

Apa yang rusak hari ini bukan berarti akan tetap rusak selamanya. Jangan membangun identitas berdasarkan kegagalan, kehilangan, atau luka masa lalu. Berikan ruang bagi Tuhan untuk menulis babak yang baru.

4. Pemulihan membutuhkan kepercayaan kepada Tuhan.

Ketika belum melihat perubahan, tetaplah percaya. Tuhan bekerja bahkan ketika proses-Nya belum terlihat. Apa yang bagi kita tampak seperti akhir, bagi Tuhan dapat menjadi awal dari sesuatu yang baru.

🙏 Renungkan:
Apa bagian hidupmu yang saat ini terasa rusak atau hilang? Bawalah itu kepada Tuhan. Jangan hanya meminta Tuhan mengubah keadaan—mintalah juga kekuatan untuk tetap percaya selama menantikan pemulihan-Nya.

Doa:
“Tuhan, aku percaya Engkau melihat setiap bagian hidupku yang telah rusak dan hilang. Pulihkan apa yang perlu dipulihkan, kuatkan hatiku dalam prosesnya, dan ajar aku untuk tetap percaya bahwa Engkau belum selesai bekerja dalam hidupku. Amin.”

Jangan menyerah hanya karena hari ini terlihat rusak. Tuhan adalah Tuhan yang sanggup memulihkan. Haleluya, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)

28/09/2026

Jangan Meremehkan Akibat dari Perbuatan Kita

Selasa, 29 September 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Mikha 5-7

Mikha 7:13 (TB)
“Tetapi bumi akan menjadi tandus oleh karena penduduknya, sebagai akibat perbuatan mereka.”

Setiap tindakan memiliki konsekuensi. Apa yang kita lakukan hari ini mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan terus-menerus, dampaknya dapat menjadi besar—baik bagi diri sendiri maupun bagi orang-orang di sekitar kita.

1. Perbuatan kita meninggalkan dampak

Mikha mengingatkan bahwa keadaan bumi menjadi tandus “sebagai akibat perbuatan mereka.” Ini menunjukkan bahwa kerusakan tidak terjadi tanpa sebab.

Demikian juga dalam kehidupan. Kata-kata yang kasar, ketidakjujuran, kesombongan, kepahitan, dan keputusan yang salah dapat perlahan-lahan merusak hubungan, kepercayaan, bahkan hati kita sendiri.

2. Jangan hanya melihat kesalahan sebagai hal kecil

Sering kali kita berkata, “Ini cuma sekali,” atau “Tidak ada yang tahu.” Tetapi Tuhan melihat bukan hanya tindakan kita, melainkan juga arah kehidupan yang sedang kita bangun.

Hal kecil yang terus dipelihara dapat menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang tidak dikoreksi dapat membentuk karakter.

3. Tuhan memanggil kita untuk bertobat

Pesan Mikha bukan sekadar peringatan tentang akibat dosa. Di balik teguran Tuhan selalu ada kesempatan untuk kembali kepada-Nya.

Jangan menunggu sampai hidup menjadi “tandus” untuk menyadari bahwa kita telah berjalan terlalu jauh. Jika ada sikap, kebiasaan, atau keputusan yang perlu diperbaiki, mulailah hari ini.

4. Pilihlah untuk menabur yang baik

Kita tidak selalu dapat mengubah masa lalu, tetapi kita dapat menentukan apa yang kita tabur mulai sekarang.

● Taburlah kejujuran.
● Taburlah kasih.
● Taburlah pengampunan.
● Taburlah ketaatan kepada Tuhan.

Doa:
Tuhan, ampuni setiap perbuatan dan keputusan kami yang tidak berkenan kepada-Mu. Berikan kami hati yang mau ditegur dan keberanian untuk berubah. Tolong kami agar kehidupan kami tidak menjadi sumber kerusakan, tetapi menjadi berkat bagi orang lain. Ajarlah kami menabur kebaikan dan hidup dalam ketaatan kepada-Mu. Amin.

❤️ Renungkan
Apa yang sedang saya tabur hari ini, dan seperti apa buahnya kelak?

🙏 Jangan abaikan hal kecil. Bangunlah karakter yang benar, karena setiap perbuatan membawa dampak. Selamat beraktifitas, Tuhan Yesus memberkati. (PBW)

26/09/2026

Ketika Tuhan Mengizinkan Kita Berada di Tempat yang Tidak Nyaman

Minggu, 27 September 2026

Bacaan Alkitab Setahun: Yunus 1-4

Yunus 1:17 (TB)
“Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.”

Kadang kita membayangkan bahwa ketika Tuhan hadir, hidup pasti menjadi nyaman. Namun kisah Yunus menunjukkan sesuatu yang berbeda. Tuhan dapat bekerja bahkan melalui keadaan yang sangat tidak nyaman.

Yunus berada di dalam perut ikan bukan karena Tuhan kehilangan kendali. Justru ayat ini berkata, “atas penentuan TUHAN.” Ada sesuatu yang Tuhan sedang kerjakan di tengah situasi yang tidak Yunus inginkan.

1. Tidak semua tempat yang tidak nyaman berarti Tuhan meninggalkan kita.

Perut ikan bukan tempat yang menyenangkan, tetapi di sanalah Yunus berada dalam proses Tuhan.

Demikian juga dalam hidup kita. Ada masa ketika kita berada dalam keadaan yang tidak kita mengerti. Jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa Tuhan meninggalkan kita. Bisa jadi Tuhan sedang membawa kita kembali kepada kehendak-Nya.

2. Tuhan tetap berkuasa di tengah situasi yang mustahil.

Bagi Yunus, perut ikan adalah tempat yang secara manusia tidak mungkin menjadi jalan keluar. Tetapi Tuhan mampu memakai sesuatu yang tidak pernah Yunus bayangkan.

Ketika kita tidak melihat jalan, Tuhan tetap memiliki jalan.

3. Masa sulit dapat menjadi tempat untuk kembali kepada Tuhan.

Di dalam perut ikan, Yunus mulai berdoa kepada Tuhan. Tempat yang gelap menjadi tempat di mana hatinya kembali diarahkan kepada Allah.

Kadang Tuhan mengizinkan kita berhenti dari kesibukan dan kehilangan kendali supaya kita kembali mendengar suara-Nya.

4. Tuhan belum selesai dengan hidup kita.

Tiga hari tiga malam bukan akhir cerita Yunus. Setelah itu Tuhan memerintahkan ikan tersebut memuntahkan Yunus ke darat.

Jangan menganggap musim sulit yang sedang kita alami sebagai akhir dari semuanya. Selama Tuhan masih bekerja, cerita kita belum selesai.

Doa:
Tuhan Yesus, ketika aku berada dalam keadaan yang tidak nyaman dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi, tolong aku untuk tetap percaya kepada-Mu. Ajarku melihat bahwa Engkau tetap berdaulat bahkan di tengah situasi yang sulit. Jika ada hal dalam hidupku yang perlu diperbaiki, berikan aku hati yang mau bertobat dan kembali kepada kehendak-Mu. Aku percaya Engkau belum selesai dengan hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

Rhema hari ini

“Tempat yang gelap bukan berarti Tuhan tidak hadir. Bahkan di sana Tuhan dapat sedang mempersiapkan kita untuk memasuki tujuan-Nya.”

Selamat hari Minggu, selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati. (PBW)

Want your place of worship to be the top-listed Place Of Worship in Surakarta?
Click here to claim your Sponsored Listing.

Category

Telephone

Address


Jalan Kutilang IV Cinderejo Kidul, Gilingan, Banjarsari
Surakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when IFGF Solo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Subscribe

We will notify you when anything happens in Surakarta.